Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disdik Jabar Pastikan Asesmen Nasional Bukan Indikator Kelulusan Siswa

Dinas Pendidikan Jawa Barat siap mengikuti pengunduran jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional yang sedianya dijadwalkan pada Maret 2021, diundur menjadi bulan September-Oktober 2021.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  10:49 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Pendidikan Jawa Barat siap mengikuti pengunduran jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional yang sedianya dijadwalkan pada Maret 2021, diundur menjadi bulan September-Oktober 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Yesa Sarwedi menegaskan, Asesmen Nasional bukanlah indikator kelulusan siswa.

"Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Seperti yang Mendikbud jelaskan, tujuan AN adalah untuk memantau keberhasilan pembelajaran di setiap sekolah," ungkapnya dalam pernyataan yang dikutip Senin (25/1/2021).

Ia pun menjelaskan, sampai saat ini pendataan peserta Asesmen Nasional di SMA/MA di Jabar telah mencapai 71% atau 2.080 sekolah. Adapun jumah SMA yang mengikuti Asesmen Nasional sebanyak 1.646 sekolah dengan 231.697 peserta. Untuk madrasah aliah (MA) sebanyak 1.269 sekolah, dengan 23.128 peserta.

"Proses pendataan sudah berjalan. Untuk kebijakan, posisi kita tentu saja mengikuti keputusan pusat (Kemendikbud)," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan beberapa alasan yang melatarbelakangi diundurnya pelaksanaan Asesmen Nasional ini.

Di antaranya, antisipasi pandemi yang relatif meningkat. "Jadi, Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021,” jelas Mendikbud dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR seperti diwartakan ditpsd.kemdikbud.go.id, Kamis (21/1/2021).

Alasan lainnya, menurut Mendikbud, adalah memastikan kesiapan sekolah penyelenggara Asesmen Nasional memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan Asesmen Nasional.
”Kesiapan logistik dan infrastruktur itu harus optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan bagi siswa,” tuturnya.

Namun, Mendikbud memastikan Asesmen Nasional tetap dilaksanakan tahun ini. Sebab, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengetahui learning outcome dan seberapa besar gap loss yang terjadi akibat pandemi.

”Kita tidak ada ujian dalam skala nasional di 2020 karena pandemi Covid-19 dan tahun 2021 pun kalau tidak dilaksanakan, kita tidak punya data point baseline. Artinya, kita tidak akan bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Kalau kita tidak bisa mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran dan bantuan untuk sekolah yang membutuhkan bantuan,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top