Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wagub Berharap Kota yang Terapkan PSSB di Jabar tidak Bertambah

Pemerintah Republik Indonesia, kembali menerapkan PSBB untuk sejumlah kota di Pulau Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  20:38 WIB
Kota Bandung saat PSBB tahun 2020 lalu - Bisnis
Kota Bandung saat PSBB tahun 2020 lalu - Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap tidak ada lagi penambahan kota/kabupaten Jawa Barat yang diharuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Uu mengatakan, masyarakat di Jawa Barat harus patuh terhadap protokol kesehatan. Menurut Uu, PSBB yang diterapkan pada 2020 terbukti menurunkan perekonomian.

"Saya tidak berandai-andai ada daerah yang kembali menerapkan PSBB. Kita semua harus optimis dengan menerapkan 3M," kata Uu saat ditemui di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (7/1/2020).

Meskipun sejumlah kota di Jawa Barat diterapkan PSBB, kata Uu, hal tersebut bukanlah sebuah kebijakan yang menyengsarakan, melainkan untuk menyelamatkan masyarakat.

Uu pun berharap, seluruh pemerintah daerah di Kabupaten Cirebon untuk sigap bila ditemukan adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan upaya pelacakan.

"Supaya tidak menyebar," kata Uu.

Pemerintah Republik Indonesia, kembali menerapkan PSBB untuk sejumlah kota di Pulau Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Di Jawa Barat, sejumlah kota yang diterapkan kebijakan tersebut yakni di Kota/Kabupaten Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Dalam PSBB tersebut di antaranya diatur, 75 persen perusahaan harus work from home (WFH), pembatasan aktivitas tempat ibadah, moda transportasi diatur, belajar daring, dan pembatasan operasional tempat hiburan. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Covid-19
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top