Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Garam di Cirebon Anjlok Gara-gara Kemarau Basah

Produksi garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada 2020 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang dipicu oleh kemarau basah.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 17 November 2020  |  17:27 WIB
Proses pengemasan pascapanen garam di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Proses pengemasan pascapanen garam di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Produksi garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada 2020 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang dipicu oleh kemarau basah.

Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, dari Januari hingga Oktober 2020, jumlah produksi garam hanya mencapai 2.186 ton. Sedangkan, pada tahun sebelumnya mencapai 483.000 ton.

Ismail (35), petani garam di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, kemarau basah yang terjadi pada tahun seringkali masih diguyur hujan, sehingga mengakibatkan gagal panen.

"Garam itu sebenarnya sudah hampir panen atau sedang mengkristal, namun karena diguyur hujan semuanya jadi rusak," kata Ismail di Kabupaten Cirebon, Selasa (17/11/2020).

Ismail mengatakan, harga garam pun saat ini terbilang anjlok, yakni dijual sebesar Rp350 per kilogram. Menurut Ismail, harga garam normal itu dijual dengan harga Rp700 hingga Rp1.000 per kilogramnya.

Selain akibat kemarau basah, para tengkulak garam yang biasa menjual garam pun kesulitan menjual karena jarang adanya permintaan dari pembeli dengan jumlah kuantitas besar.

Garam yang menumpuk di dalam gudang pun, kata Ismail, akan dijual pada musim kemarau mendatang atau saat adanya permintaan besar dari tengkulak.

"Kemungkinan besar, garam impor masih banyak beredar. Jadi merusak harga dan pasaran garam lokal. Stok gram beberapa tahun lalu juga masih menumpuk," katanya.

Kabid Pemberdayaan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon, Yanto, mengatakan, penyebab rendahnya kualitas garam di Kabupaten Cirebon disebabkan oleh banyak faktor.

Salah satu di antaranya yakni, petani garam tidak memiliki gudang, sehingga melakukan penjualan secara terus menerus yang disebabkan oleh kebutuhan ekonomi mendesak.

"Di Cirebon banyak petani yang tidak punya lahan atau menyewa sehingga dikejar waktu untuk panen juga," katanya.

Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah penghasil garam terbesar di Jawa Barat. Ada tujuh kecamatan penghasil garam yakni, Kapetakan, Suranenggala, Gunungjati, Mundu, Losari, Pangenan, dan Gebang.(K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top