Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Darah Ridwan Kamil Diteliti Usai Disuntik Vaksin

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakoni proses pengambilan darah dalam kunjungan keempat ke Puskesmas Garuda yang menjadi tempat uji klinis vaksin Covid-19.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 September 2020  |  15:53 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjalani pengambilan sampel darah di Puskesmas Garuda Kota Bandung - Istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjalani pengambilan sampel darah di Puskesmas Garuda Kota Bandung - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakoni proses pengambilan darah dalam kunjungan keempat ke Puskesmas Garuda yang menjadi tempat uji klinis vaksin Covid-19.

Ridwan Kamil yang hadir bersama Kapolda, Pangdam dan Kajati mengatakan proses pengambilan darah dilakukan pada para relawan yang sudah menjalani dua kali penyuntikan proses vaksin. “Di tangan saya, standar pengambilan darah pada umumnya,” katanya di Puskesmas Garuda, Bandung, Rabu (30/9/2020).

Setelah proses tersebut para peneliti akan melihat reaksi darah relawan vaksin. Menurutnya dalam proses ini diharapkan terjadi reaksi peningkatan antibodi sesuai yang diharapkan atau mendekati 90% dikategorikan memiliki imunitas Covid-19.

“Tidak bisa sekali [selesai]. Pengetasan terakhir Desember, akan dilakukan yang kedua dan final dan akan diteliti hasil akhirnya,” ujarnya.

Tapi karena urusan vaksin ini mendesak, pihaknya menduga Desember kesimpulan uji klinis vaksin sudah ada sekaligus proses menuju produksi vaksin di Bio Farma yang akan dimulai pada Maret 2021.

Menurutnya meski saat ini ada sejumlah merek vaksin keluar, tapi jumlahnya terbatas dan tidak diproduksi di dalam negeri. Karena itu dia menilai produksi vaksin yang bisa diandalkan adalah yang diproduksi di Bio Farma karena sesuai dengan kapasitas yang diharapkan.

Dia juga melansir jika pemerintah saat ini tengah melakukan simulasi logistik penyebaran vaksin. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, maka penyuntikan vaksin memiliki tantangan di sisi distribusi logistik. “Kita doakan proses penyuntikannya juga tidak terlalu lama,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top