Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyintas Covid-19 di Kabupaten Cirebon Jalani Donor Plasma Darah

Dua penyitas Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjalani donor plasma darah atau plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru, Senin (28/8/2020).
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 28 September 2020  |  12:52 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menjalani donor plasma darah di PMI Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2020). - Bisnis/Hakim Baihaqi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menjalani donor plasma darah di PMI Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2020). - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Dua penyitas Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjalani donor plasma darah atau plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru, Senin (28/8/2020).

Dua penyintas tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar dan Fifik, salah satu dokter di Rumah Sakit Permata yang berada di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Kedua orang tersebut, sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 dan mengalami gejala klinis. Namun pada dua pekan lalu, berdasarkan hasil tes usap, sudah negatif dari virus yang berasal Kota Wuhan, China.

Kepala UTD PMI Kabupaten Cirebon, dr Suwanta Sinarya, mengatakan, sebelum menjadi pendonor plasama, keduanya sudah menjalani tes usap ulang untuk memastikan negatif dari Covid-19. Para penyintas pun diklaim memiliki antibodi untuk obat pasien positif.

"Mereka terpanggil untuk menyumbangkan plasmanya agar pasien positif lainnya cepat pulih," kata Suwanta.

Suwanta mengatakan, tidak hanya satu kali, kedua penyitas tersebut akan menjalani donor plasma sebanyak enam kali dalama waktu tiga bulan. Penyitas tersebut pun, diminta untuk menjaga kondisi fisik.

Setiap pengambilannya, kata Suwanta, kedua orang tersebut akan diambil darah sebanyak 400 hingga 600 cc, durasi pengambilan darah dilakukan selama 45 menit.

"Terpenting, mereka tidak memiliki penyakit hepatitis, HIV atau pun sipilis," katanya.

Asdullah mengatakan, kalau ia menduga tertular saat menjadi panitia hari raya kemerdekaan Indonesia. Setelah pulang dari kegiatan tersebut, ia mengalami permasalahan kesehatan, mulai dari batuk serta pilek.

Adanya gejala tersebut, Asdullah pun kemudian memeriksakan diri ke salah satu klinik yang ada di Kabupaten Cirebon. Namun, setelah satu pekan memeriksakan diri, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

"Tidak sembuh-sembuh, kepala dinas kesehatan menyarankan saya ikuti tes swab, hasilnya positif. Selama positif, saya juga isolasi mandiri di rumah," katanya.

Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan terapi plasma darah atau plasma konvalesen untuk upaya percepatan penyembuhan pasien positif.

Untuk penerapan pengobatan terapi plasma darah, Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon.

Ketua Divisi I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, dr Ahmad Fariz, mengatakan, untuk terapi plasma darah nantinya, akan menggunakan darah (antibodi) dari pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

"Dua pasien dalam kondisi sedang dan berat yang dirawat di RSUD Waled sudah menjalani terapi plasma tersebut, menunjukkan adanya perubahan baik dan tidak lagi dipasangi alat bantu pernapasan," kata Fariz.

Terapi plasma darah yang dilakukan kepada pasien positif covid-19, kata Fariz, dapat menekan angka kematian akibat penyakit tersebut sebesar 70 dan lebih cepat mematikan virus dibandingkan terapi lainnya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top