Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPJS Kesehatan Bandung Dorong Percepatan Rekredensialing dan Pemenuhan Komitmen Faskes

Untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan kerja sama dengan fasilitas kesehatan (Faskes) yang memenuhi persyaratan, salah satunya lulus dalam proses kredensialing atau rekredensialing.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 September 2020  |  17:32 WIB
BPJS Kesehatan pastikan proses rekredensialing dan pemenuhan fasilitas kesehatan - Istimewa
BPJS Kesehatan pastikan proses rekredensialing dan pemenuhan fasilitas kesehatan - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan kerja sama dengan fasilitas kesehatan (Faskes) yang memenuhi persyaratan, salah satunya lulus dalam proses kredensialing atau rekredensialing.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Bandung James Simandjuntak mengatakan bahwa dalam bekerja sama dengan fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan harus mempertimbangkan aksesibilitas, kecukupan antara jumlah fasilitas kesehatan dengan jumlah peserta yang harus dilayani, kapasitas Faskes, serta jumlah penduduk diwilayah tersebut.

“Sebagaimana yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 71 Tahun 2013, BPJS Kesehatan memastikan Faskes memenuhi syarat baik persyaratan mutlak maupun teknis. Mengingat kondisi pandemi yang belum usai, untuk pelaksanaan kredensialing atau rekredensialing tahun ini terdapat hal-hal yang sedikit berbeda dari sebelumnya,” papar James dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (27/9/2020).

Adapun pemenuhan checklist persyaratan-persyaratan rekredensialing, tambah James, dokumen tersebut disampaikan oleh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dalam file PDF, foto, dan video by digital ke BPJS Kesehatan.

Proses rekredensialing kali ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, jika memang terdapat hal-hal yang perlu dikonfirmasi, akan dilakukan melalui video conference.

“Kami harap kerja sama dari semua Faskes untuk proses rekredensialing ini dapat berjalan optimal. Jika memang terdapat kendala, dapat langsung dikoordinasikan ke kami. Mengingat kami harus benar-benar memastikan proses rekredensialing dalam tatanan new normal ini, kami harap checklist persyaratan kerja sama tersebut disampaikan ke BPJS Kesehatan paling lambat 16 Oktober 2020,” jelasnya.

Dalam evaluasi untuk peningkatan pelayanan kesehatan ditahun 2021 nanti, BPJS Kesehatan Cabang Bandung menekankan beberapa komitmen yang manjadi perhatian, antara lain komitmen dalam pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB), implementasi Elektronik Klaim, implementasi sistem antrean online yang terintegrasi dengan Mobile JKN, pemenuhan display tempat tidur yang terintegrasi Aplicare, dan display antrean operasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan pada Dinas Kesehatan Kota Bandung Cucu Irawan mengimbau kepada seluruh rumah sakit untuk memenuhi instrumen yang menjadi indikator penilaian untuk Faskes, termasuk dalam pemenuhan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk indiaktor yang telah ditetapkan Permenkes tentunya sudah wajib untuk dipenuhi. Bahkan kami berharap adanya inovasi dari Faskes untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta JKN-KIS, yang tentunya akan menjadi nilai tambah. Dinas Kesehatan terbuka dan siap mendampingi Faskes apabila ada kendala dilapangan baik dalam hal pelayanan maupun perijinan,” ungkap Cucu.

Terkait pengurusan perijinan, Faskes dapat berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagaimana adanya kebijakan dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/455/2020 tentang Perizinan dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPJS Kesehatan
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top