Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

6.194 KPM di Kab. Cirebon Mundur dari PKH, Bupati Imron: Ada Peningkatan Perekonomian

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebutkan, sebanyak 6.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cirebon, sudah mengundurkan diri program bantuan pemerintah pusat tersebut.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 18 September 2020  |  14:52 WIB
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, saat memberikan bantuan beras dari Kementerian Sosial kepada masyarakat di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, saat memberikan bantuan beras dari Kementerian Sosial kepada masyarakat di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebutkan, sebanyak 6.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cirebon, sudah mengundurkan diri program bantuan pemerintah pusat tersebut.

Menurut Imron, hal tersebut lantaran para KPM tersebut sudah mengalami peningkatan perekonomian, sehingga mengubah pola pikirnya masing-masing.

"Bantuan PKH sekarang bukan lagi tunai, namun nontunai, sehingga masyarakat menjadi faham mengenai perbankan dan bisa menabung," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Jumat (18/9/2020).

Di kabupaten Cirebon sendiri, kata Imron, program PKH pada 2007 diikuti oleh 8.224 KPM "Hingga saat ini telah mencapai 102.465 penerima," kata Imron.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Pepen Nazaruddin, menjelaskan, hingga Agustus 2020, jumlah KPM yang mengundurkan diri sebanyak 711.126 KPM dan 125.406 KPM berasal dari Jawa Barat.

Di wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka pun, Kemensos menyerahka KUR dari bank BNI bagi 5 orang KPM yang telah melalui tahap verifikasi.

Selain itu, graduasi KPM tersebut pun diberikan kebutuhan rumah tangga yang bisa digunakan untuk mendukung usaha Ibu-ibu kedepan.

"Dalam upaya memastikan penyaluran bansos PKH memenuhi 5 T yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat manfaat dan tepat administrasi," katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Selly Andriani Gantina, meminta kepada seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah mampu untuk mengundurkan diri atau graduasi.

Menurutnya, saat KPM sudah mampu secara ekonomi dan mengundurkan diri, akan memberikan kesempatan untuk warga miskin lainnya di Indonesia agar mendapatkan bantuan dari pemerintah.

‎"Warga yang sudah mandiri, diharapkan tidak mdienjadi miskin kembali dan yang belum mengundurkan diri, supaya terketuk hatinya," kata Selly. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top