Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Positif di Kabupaten Cirebon Keluhkan tidak Adanya Perhatian

Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan tidak adanya perhatian dari pihak selama hampir satu pekan menjalani isolasi mandiri.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 16 September 2020  |  15:27 WIB
Ilustrasi-Tes virus Corona - Antara
Ilustrasi-Tes virus Corona - Antara

Bisnis.com,‎ CIREBON - Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan tidak adanya perhatian dari pihak selama hampir satu pekan menjalani isolasi mandiri.

Pria yang enggan disebutkan identitasnya tersebut merupakan pasien positif dari kluster Suranenggala. Ia dinyatakan positif Covid pada pekan lalu, setelah menjalani tes swab massal.

Beberapa hari setelah dinyatakan positif, ia pun tidak mengalami gejala klinis seperti tertular pasien positif Covid-19 lainnya dan hanya merasakan fungsi indra penciuman serta pengecap berkurang.

Selama isolasi mandiri, menurut pengakuan pria tersebut, ia menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk kebutuhan sehari-hari pun, ia membeli makanan dan vitamin dari kocek pribadi.

"Saya titip beli makanan ke saudara dan vitaminnya juga. Saya pun sampai kembung, karena terlalu banyak minum vitamin itu," kata pria tersebut melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, selama masa isolasi mandiri pun, ia hanya dipantau oleh tim kesehatan setempat melalui pesan singkat whatsapp dan tes swab yang dilakukan kemarin (15/9/2020), ia terpaksa berangkat sendiri ke puskesmas tanpa pendampingan pihak terkait.

Ia mengatakan, petugas kesehatan tersebut menyatakan untuk tetap isolasi mandiri dan kebutuhan sehari-hari pun bakal dijamin oleh pemerintah desa.

"Sampai sekarang belum ada‎ bantuan yang dijanjikan. Cuma dikasih obat kembung saja," katanya.

Ia pun berharap, pemerintah dapat segera memberikan bantuan yang sudah dijanjikan sebelumnya, lantaran selama‎ isolasi mandiri, sulit melakukan aktivitas seperti biasa dan hanya berdiam diri di dalam kamar.

"Kalau kompensasi uang saya tidak berharap, yang penting monitor dan bantuan makanan saja. Soalnya khawatir ini dialami orang yang benar-benar membutuhkan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Suranenggala, Indra Fitria, menampik hal tersebut, lantaran tim kesehatan dari kecamatan serta beberapa kali mengantarkan kebutuhan makan serta obat-obatan selama masa isolasi mandiri.

Pasien tersebut pun, kata Fitria, menginginkan hal lain, yakni pemeriksaan semua pihak keluarga. Tim kesehatan pun sudah mengabulkan dengan cara memberikan tes PCR, namun hasilnya belum dikeluarkan dari pihak laboratorium.

"Sudah kami kirim bahan makanan, cuma ada penolakan dari pihak keluarga. Mungkin ini kesalahpahaman," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, beberapa waktu terakhir ini, stok obat mulai dari antivirus, antibodi, dan vitamin habis sehingga ada keterlambatan.

Untuk pemberian bantuan dan pemantauan bagi pasien positif Covid-19, kata Enny, dilakukan oleh pemerintah setempat. Mulai dari pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.

"Semua pasien positif pasti diberikan obat tersebut. Kalau pun ada akan segera diberikan," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top