Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permohonan Relaksasi Tempat Hiburan tidak Bisa Dilakukan Kolektif

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pengajuan izin relaksasi dari pengelola hiburan tidak bisa dikolektifkan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  14:30 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pengajuan izin relaksasi dari pengelola hiburan tidak bisa dikolektifkan.

Masing-masing-masing dari pengelola tempat hiburan harus menyampaikan permohonan relaksasi dengan disertai penandatanganan kesanggupan mernerapkan protokol kesehatan.

"Kalau di Kota Bandung sekitar 50 atau 60 tempat hiburan, itu harus ajukan satu per satu. Ditinjau juga satu per satu, tidak bisa kolektif," tuturnya, Jumat (14/8/2020).

Meski demikian, Yana menuturkan sebagian tempat hiburan memang sudah mampu mengikuti produr yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, saat Yana meninjau karaoke di kawasan Paskal Hyper Square, Jalan Pasir Kaliki. Tempat hiburan tersebut telah cukup baik melaksanakan protokol kesehatan.

"Penerapan standar protokol kesehatannya cukup ketat, ini upaya yang dipenuhi. Bagus, tidak ada catatan perbaikan. Tinggal prosedur administrasi saja yang ditempuh, mengajukan permohonan di dinas terkait, lalu keluar rekomendasi, sudah mereka boleh buka," ujarnya.

Namun saat meninjau bioskop Ciwalk XXI, Cihampelas Walk, Yana menyebut ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

"Setelah simulasi, ada beberapa yang harus diperbaiki protokol kesehatannya. Seperti tanda antrian yang harus ditunjukkan dengan sesuatu yang mudah dipahami oleh pengunjung. Sehingga pengunjung mengetahui adanya physical distancing," katanya.

"Di daerah ticketting dan penjualan makanan juga harus ada pembatas berupa mika, untuk menghindari terjadinya droplet secara langsung," lanjut Yana.(k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top