Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Saksikan Penyuntikan Pertama pada 19 Relawan Uji Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung pelaksanaan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 kepada 19 relawan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jalan Eyckman, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  15:55 WIB
Simulasi uji klinis vaksin Covid-19 - Bisnis
Simulasi uji klinis vaksin Covid-19 - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung pelaksanaan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 kepada 19 relawan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jalan Eyckman, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

Jokowi sapaan akrabnya didampingi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kelapa BNPB, Doni Monardo serta rombongan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Peneliti Uji Klinis vaksin Covid-19, dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil.

Menurut Kusnandi, hari ini mulanya ada 21 relawan yang dijadwalkan disuntik kandidat Vaksin Covid-19. Hanya saja, dua orang tidak hadir pada hari ini.

"Sudah, tadi 19 sesuai dengan swab kemarin, kemarin kan 21 diswab, tapi yang datang 19, mungkin yang tadi satu kurang sehat," ujar Kusnandi, saat ditemui di sekitar RSP Unpad.

Setelah mendapat suntikan pertama, kata dia, 14 hari kemudian 19 relawan itu harus kembali datang ke RSP untuk mendapat suntikan kedua. Setelah dua kali disuntik, kata dia, baru enam bulan kemudian dicek lagi.

"Jadi habis dua kali suntik diambil darah, terus akhirnya diperiksa lagi darahnya," katanya.

Menurut Kusnandi, pada uji klinis tahap tiga ini kemungkinan para relawan akan mengalami dua efek samping yakni efek lokal dan sistemik.

"Kalau lokal bengkak, berapa besar bengkaknya, nanti kita lihat, kalau sistemik, panas, berapa panasnya, jadi gitu, mereka semua lapor," ucapnya.

Lebih jauh, Kusnandi memastikan dalam uji klinis ini tidak ada istilah gagal lantaran uji klinis ini sudah masuk tahap tiga.

"Diduga selama ini gak ada efek samping nya, kan ini yang ketiga, kalau banyak efek sampingnya dari dulu sudah tidak bisa lagi, sekarang ketiga," katanya.

Selain di Indonesia, kata dia, ada sejumlah negara lain seperti India, Brazil, Bangladesh dan Turki yang sama-sama mengembangkan vaksin Covid-19 ini. Lagi pula, menurut dia yang menentukan gagal atau tidaknya vaksin itu WHO.

"Tidak ada orang yang bisa ngomong ini gagal, yang bisa cuma WHO, karena kalau vaksin itu komitmen global, karena akan diberikan kepada semua orang, jadi yang bertanggung jawab adalah WHO, makanya di beberapa tempat," ucapnya. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top