Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disparbud Jabar Dorong Pelaku Pariwisata Jual Kualitas Kesehatan

Meski masih harus bersikap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Jawa Barat diyakini mulai menunjukkan peningkatan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  18:33 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik

Bisnis.com, BANDUNG — Meski masih harus bersikap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Jawa Barat diyakini mulai menunjukkan peningkatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pihaknya saat ini tengah mengejar kualitas destinasi dan kunjungan bukan pada sisi kuantitas kunjungan. Menurutnya penerapan protokol kesehatan harus tetap menjadi syarat agar pariwisata tetap hidup selama pandemi.

“Tahun lalu target kunjungan domestik kita 48 juta melebihi target menjadi 62 juta domestik. Satu orang belanja saja berarti sudah 64 juta yang bisa memberikan kontribusi ke PDRB. Kita inginkan ada peningkatan. Tidak mungkin 62 juta, 20 juta saja sudah bagus sampai Desember,” katanya dalam acara live instagram @bisniscomjabar di Bandung, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya jika sesuai kajian September sektor pariwisata akan mulai meningkat, maka pihaknya meminta para pelaku pariwisata menjual isu protokol kesehatan agar kunjungan dibarengi dengan kedisiplinan. “Jangan sampai September bangkit, begitu Oktober ada kejadian [corona] lagi, ini nggak bagus,” katanya.

Pihaknya mengaku butuh komitmen bersama selain dari pemerintah, pelaku usaha pariwisata juga pengunjung. Menurutnya pariwisata Jawa Barat bisa bangkit kembali jika aturan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dipatuhi. “Komitmen bersama, melakukan kunjungan harus sehat, supaya September ini segera bangkit,” paparnya.

Menurutnya di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pihaknya mengejar mayoritas kunjungan diisi oleh pengunjung lokal asal Jawa Barat terlebih dulu. Jangan sampai, daerah yang pandeminya tinggi melakukan kunjungan ke Jawa Barat dan bisa menularkan Corona. “Walaupun protokol kesehatan kita lakukan dengan disiplin yang tinggi, satu detik lengah itu mendatangkan masalah,” tuturnya.

Berdasarkan monitoring dan evaluasi, Dedi Taufik mengaku di sejumlah destinasi wisata yang berbayar penerapan protokol kesehatan sudah baik. Namun di obyek terbuka seperti alun-alun atau perkebunan pelanggaran masih tinggi.

“Ke depan zona sedang atau merah wisatanya ingin dibangkitkan kita lakukan langkah protokol kesehatan. Itu domain yang bisa kita jual. Kalau bagus kunjungan wisata akan datang ke Jawa Barat. Oh Jawa Barat dilihat sehat dan serius memerangi Covid, saya yakini kunjungan akan meningkat,” tuturnya.

Dedi juga memastikan berbekal Peraturan Gubernur terkait sanksi pelanggaran protokol kesehatan, pihaknya di lapangan bisa memberikan teguran pada pengelola wisata yang mengabaikan protokol. “Paling penting komitmen kita semua, seluruh stakeholder harus punya komitmen, kita jualan “health” itu penting,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top