Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bina Ribuan Industri, Indag Jabar Andalkan SIINas

Dinas Perindustrian Jawa Barat dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat terus mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) pada industri.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  17:58 WIB
Kepala Disperindag Jabar Mohammad Arifin Soedjayana sosialisasi SIINas secara daring di Bandung
Kepala Disperindag Jabar Mohammad Arifin Soedjayana sosialisasi SIINas secara daring di Bandung

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Perindustrian Jawa Barat dan Perdagangan (Indag) Jawa Barat terus mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) pada industri.

Kepala Dinas Indag Jabar Mohammad Arifin Soedjayana mengatakan data industri di Jawa Barat sampai 2019 tercatat mengalami peningkatan merujuk pada data yang diperoleh dari Indag kabupaten/kota. “Namun kevalidan data ini belum terlihat jelas. Data diambil dari data yang berasal dari kabupaten/kota,” katanya dalam sosialisasi SIINas secara daring di Bandung, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya dari data izin operasional dan mobilitas kegiatan Industri (IOMKI) di Jawa Barat jumlah industri total mencapai 5.989 industri. “Dengan sumber daya manusia di Indag yang terbatas, tentu akan sulit memantaunya. SIINas akan menjadi salah satu alat untuk mengendalikan jumlah perusahaan yang cukup banyak tersebut,” katanya.

Terlebih SIINas tak hanya urusan perizinan, tapi juga bisa perluasan hingga pembinaan industri. “Tercatat jumlah perusahaan pada SIINas di Jawa Barat per tanggal 9 Juli 2020 adalah 5.570 perusahaan. Kita menggelar sosialisasi untuk membangun dan menyepakati peran SIINas untuk perindustrian di Jawa Barat. Dari data ini akan terkolaborasi dengan baik dari data, izin, dan pelaku,” tuturnya.

Arifin sendiri mengaku saat ini industri manufaktur di Jawa Barat terdampak Covid-19. Industri yang masih bisa menjadi andalan provinsi ini adalah industri agro terutama di kawasan Jawa Barat bagian selatan dan tengah selatan. “Meskipun demikian, Jawa Barat sendiri masih menjadi target pertama untuk investasi,” ujarnya.

Teguh Adhi Arianto dari Pustadin Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menerangkan bagaimana peran SIINas dalam meningkatkan perindustrian di Jawa Barat. “SIINas ini bisa menjadi alat dalam memantau kondisi industri yang berada di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh.

Menurutnya untuk pemantauan tersebut, tidak bisa tidak harus memiliki data. Sementara dengan SIINas, tanpa harus datang ke lokasi bisa terlihat dari kondisi perindustrian, dari mengenai lokasi hingga kekurangan tenaga kerja. “SIINas memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UUD no. 3 tahun 2014 tentang perindustrian,” ujarnya.

Teguh mengatakan data perindustrian harus disampaikan setiap enam bulan dan data tersebut bisa dipakai untuk para pemangku kebijakan untuk menerbitkan kebijakan per wilayah. Data perusahaan industri yang masuk dari Januari sampai Juni akan disampaikan di bulan Juli, dan data perusahaan industri yang masuk dari Juli sampai Desember, akan disampaikan di bulan Januari.

“Hanya saja, perusahaan yang menyampaikan laporan Juli, belum mencapai 2.500 jumlah IOMKI. Padahal yang tercatat ada 14.000-an. Kami berharap Indag mengajak para perusahaan untuk menyampaikan laporannya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top