Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Diperpanjang, APPBI Khawatir Semakin Banyak Karyawan Mal yang Kena PHK

Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung dikhawatirkan berdampak pada bertambahnya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan mal.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  21:17 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung dikhawatirkan berdampak pada bertambahnya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan mal.

Hari ini, Pemerintah Kota Bandung resmi memperpanjang PSBB mulai 30 Mei hingga 12 Juni. Pada PSBB kali ini, Kota Bandung menurunkan level PSBB dari maksimal menjadi proporsional.

Artinya ada beberapa sektor yang diperbolehkan kembali beroperasi seperti rumah ibadah, perkantoran, restoran dan pertokoan mandiri yang dibatasi 30 persen dari kapasitasnya.

Sementara itu, untuk mal dan pusat perbelanjaan lainnya belum masuk kategori yang diperbolehkan karena dianggap sektor yang memiliki resiko tinggi terjadi penularan virus corona.

Sekjen APPBI Jabar, Satriawan Natsir mengatakan, dengan diperpanjangnya PSBB ini akan berdampak pada masalah karyawan di mal.

"Memang kita khawatirkan ini ada gelombang PHK. Ini juga akan terjadi lagi. Memang secara cashlow tenant-tenant penyewa sudah sangat tidak sanggup. Berdampak kepada karyawan," ujar Satriawan saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Ia mengaku, hingga saat ini memang sudah banyak karyawan yang di-PHK lantaran pemberlakuan PSBB hingga tiga gelombang di Kota Bandung.

"Karena memang karyawan ini penyewa di kita. Jadi itu yang memang secara detil angka itu kita nggak bisa sampaikan. Cuma sudah pasti ya sudah lebih dari 50 persen," katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang baik untuk mengembalikan gairah perekonomian. Misalnya dengan membuat kelonggaran bagi mal yang memang betul-betul sudah siap dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

"Itu harus ada jalan tengah, dan kami rasa sudah 2,5 bulan kita melakukan kondisi seperti ini, seharusnya kita sudah bisa adaptasi, belajar kondisi kita menjaga masing-masing. Bagi yang dirasa sangat rentan bisa menahan diri. Bagi yang merasa bisa melakukan protokol kesehatan baik ya seharusnya sudah bisa beraktivitas," ucapnya.

Namun, ia memastikan akan tetap mengikuti kebijakan dari pemerintah sekalipun PSBB diperpanjang, dengan diperpanjangnya PSBB ini, kata dia, mal-mal di Bandung pun akan dibuka seusai PSBB.

"Kita dengan adanya perpanjangan ini agak surprise (terkejut) juga yang sebelumnya kan tanggal 1 (Juni 2020) sudah kita lihat beritanya akan diberikan kelonggaran lah untuk disetop PSBB. Tapi, ternyata kondisi diperpanjang sampai tanggal 12 (Juni 2020). Tapi apapun itu keputusannya, kami mendukung keputusan pemerintah dengan tetap tidak membuka dan tidak beroperasional mal-mal anggota APPBI," katanya.

Ia berharap, pada 13 Juni tidak ada lagi perpanjangan PSBB dan mal-mal di Kota Bandung dapat kembali beroperasi seperti biasa.

"Harapan kita setelah tanggal 12 (Juni 2020) betul-betul diberikan, kita harus mempersiapkan diri, bagaimana kita menghadapi kondisi ini. Karena tidak mungkin tetap terus menerus tutup, ekonomi tidak berputar sama sekali," ucapnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top