Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Terapkan PSBB, PMKS di Kota Bandung Tetap Menjamur

Menjelang hari raya Idulfitri 1441 Hijriah, Kota Bandung mulai diserbu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Gelandangan dan pengemis mulai menjamur di beberapa perempatan dan sudut kota.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  12:40 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG -- Menjelang hari raya Idulfitri 1441 Hijriah, Kota Bandung mulai diserbu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Gelandangan dan pengemis mulai menjamur di beberapa perempatan dan sudut kota.

Kepala Dinas sosial dan penanggulangan kemiskinan (Dinsosnangkis), Tono Rusdiantono mengatakan, PMKS musiman ini merupakan warga luar Kota Bandung.

"Saya yakin bahwa penyebaran PMKS itu 90% adalah bukan warga Kota Bandung," ujar Tono, Jumat (8/5/2020).

Berdasarkan data yang ia miliki, PMKS yang berhasil dijangkau oleh petugas, mayoritas PMKS berasal dari Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang.

"Biasanya mereka ini kita antarkan ke daerah asalnya, biasanya itu dari daerah Bandung Barat dan Sumedang paling banyak. Tapi tidak lama mereka akan kembali lagi, mereka itu masih itu-itu saja," katanya.

Meski demikian, ada hambatan yang saat ini dialami untuk melakukan penjangkauan PMKS di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, ia tidak bisa melakukan prosedur penjangkauan seperti pada umumnya.

"Saya juga tidak bisa gegabah ngambilnya, protokol kesehatannya harus jalan, kalau ada laporan saya terima pasti," ucapnya.

Menurut Toni, penjangkauan PMKS saat ini prosedurnya ditambah dengan protokol kesehatan. Setiap PMKS yang dijangkau harus dipastikan kesehatannya tidak reaktif Covid-19 dengan terlebih dahulu diperiksa di fasilitas kesehatan.

"Wajib diperiksa dulu sama Puskesmas, misalnya Puskesmas menyatakan Covid-19, baru bisa masuk ke rumah singgah," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta Dinsosnangkis, Satpol PP, dan aparat kewilayahan bisa mengawasi peredaran PMKS yang bisa mengganggu ketenangan saat dilaksanakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) se-Jawa Barat ini.

"Saya instruksikan Satpol PP dan kewilayahan untuk terus memperhatikan, PMKS ini, sekaligus koordinasi dengan dinsos, kita harus perhatikan, Bandung harus tetap nyaman," kata Oded. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top