Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19, Sopir Angkot di Cirebon Berharap Perhatian Pemerintah

Sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan pendapatan setiap harinya sejak penyebaran wabah Covid-19.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 26 April 2020  |  16:33 WIB
Angkot di Kabupaten Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi
Angkot di Kabupaten Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan pendapatan setiap harinya sejak penyebaran wabah Covid-19.

Di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sejumlah sopir angkot tampak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan untuk menunggu penumpang, hingga waktu 15 sampai 30 menit.

Setelah menunggu dalam rentang waktu tersebut, penumpang yang menaiki angkot tersebut, diakui oleh para sopir tidak lebih dari tiga orang.

"Sekali perjalanan dari Sumber sampai Gunung Sari, penumpang paling banyak 7 orang. Sangat sepi sekali," kata seorang sopir angkot, Wahyu (39) di Kabupaten Cirebon, Minggu (26/4/2020).

Wahyu menyebutkan, setiap harinya, ia hanya mendapatkan pendapatan paling banyak Rp70.000. Sedangkan, sebelum adanya wabah Covid-19, ia mampu mendapatkan uang hingga Rp200.000.

Selain Wahyu, sopir angkot lainnya, Tasidin (45), mengatakan, berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban, sehingga tidak terus mengalami kerugian.

"Jangan cuma ojol saja yang diperhatikan, kami juga ingin diperhatikan pemerintah. Sopir angkot juga punya hak untuk hidup," katanya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, mengaku siap memberikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19 yang tidak mendapatkan bantuan dari program keluarga harapan (PKH) atau bantuan pangan nontunai (BPNT).

Untuk masyarakat yang tidak tercover oleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar, rencana akan dibagikan selama empat bulan.

"Bantuan yang diberikan sebesar Rp500 ribu, tetapi bentuknya dalam sembako atau bukan uang tunai," kata Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Bantuan dari pemerintah daerah, nantinya akan didistribusikan secara bersamaan dengan bantuan dari pemerintah provinsi, dilakukan dalam waktu dekat.

Imron mengatakan, bila masih ada masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah atau provinsi, pihaknya sudah meminta kepada kepala desa menganggarkan bantuan menggunakan dana desa

"Kami tidak bisa sendirian, tetapi harus dengan semua unsur, kami sudah mengusahakan regulasinya segera dipercepat jangan sampai ada kesalahan dalam aturan," katanya.(K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top