Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkab Cirebon Janjikan Bantuan Bagi Pelaku UMKM yang Terdampak Covid-19

Pemerintah Kabupaten Cirebon, akan memberikan bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak akibat penyebaran wabah Covid-19.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 23 April 2020  |  14:21 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon, akan memberikan bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak akibat penyebaran wabah Covid-19.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, pelaku UMKM ini terdampak akibat adanya wabah tersebut‎, sama halnya dengan pengemudi ojek online, tukang becak, sopir angkutan, dan pekerja informal lainnya.

"Mereka pun tidak luput dari perhatian kami. Tanggal 25 nanti, kami akan serahkan datanya kepada pemerintah provinsi dan akan diberikan bantuan bagi terdampak," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (23/4/2020).

Untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan selama wabah Covid-19, pelaku UMKM bisa menerapkan penjualan secara online, sesuai dengan protokol kesehatan dari pemerintah pusat.

‎"Kalau pun mau buka toko, harus sesuai dengan pembatasan waktu operasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah," katanya.

Suhanan (43), seorang pelaku UMKM di bidang furtniture barang bekas asal Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, mengaku, wabah Covid-19 sangat berdampak kepada kegiatan produksi pembuatan.

Ia mengatakan, selama hampir satu bulan ini, bengkel tempat produksinya tersebut, sama sekali tidak ada aktivitas. Bahkan, beberapa pegawai pun terpaksa dirumahkan sementara waktu.

"Sama sekali tidak produksi, karena sebagian pemesan yang sebagian besar merupakan pemerintah desa, membatalkan pemesanan," katanya.

Selama wabah Covid-19 ini, kata Suhanan, setiap harinya hanya ada satu pembeli yang membeli berbagai macam furnitur. Pembeli tersebut pun, sebagian besar tidak sengaja melintas bengkel produksi.

Suhanan berharap, adanya rencana pembagian bantuan dari pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi di tengah wabah.

"Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai," katanya.

Di tangan Suhanan, drum bekas yang tidak memiliki nilai konomis tinggi mampu disulap menjadi furniture atau peralatan rumah tangga bernilai jual tinggi. Salah satunya menjadi satu set kursi dan meja.

Beberapa barang dari drum bekas tersebut mampu disulap menjadi rak buku, wastafel, tempat sampah, alat bakar sampah sederhana dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya dari drum bekas.

Harga satu set kursi dan meja yang dijual oleh Suhana bervariasi, untuk satu paket kursi meja ukuran sedang dibanderol Rp850.000 sedangkan satu paket ukuran besar kisaran Rp2 juta sampai Rp3,5 juta.‎ (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top