Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Enggan Ajukan PSBB, Warga Bandung Mulai Pertanyakan Ketegasan Pemkot

Warga Kota Bandung pertanyakan ketegasan Pemerintah Kota Bandung dalam penanganan COVID-19. Salah satunya Pemkot Bandung masih enggan mengajukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) seperti yang sudah dilakukan lima pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Barat.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 09 April 2020  |  16:22 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG -- Warga Kota Bandung pertanyakan ketegasan Pemerintah Kota Bandung dalam penanganan COVID-19. Salah satunya Pemkot Bandung masih enggan mengajukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) seperti yang sudah dilakukan lima pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Padahal saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif di Kota Bandung terus bertambah setiap harinya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, hingga Kamis 9 April 2020, pukul 13.00 WIB, total pasien Covid-19 sudah mencapai 62 orang, dimana 36 orang masih dirawat, delapan orang sembuh dan 18 orang lainnya meninggal, kemudian pasein dalam pengawasan (PDP) berjumlah 264 orang, 143 masih dirawat serta 121 pulang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2048 orang, 733 dalam proses dan 1.315 selesai pemantauan.

Sementara itu, berdasarkan peta sebaran yang dirilis di laman tersebut, setidaknya dalam 31 titik pantauan, 25 titik daerah berwarna merah yang artinya di dalamnya terdapat ODP, PDP dan Positif COVID-19. Lima titik berwarna kuning yang artinya hanya terdapat ODP dan PDP lalu hanya satu titik berwarna biru artinya hanya terdapat ODP.

Salah satunya yakni Kholid (26) warga Jalan Caringin Gang Porib 1, RT/RW 01/02 Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Ia mempertanyakan ketegasan Pemkot Bandung untuk melindungi warganya dari Wabah COVID-19.

Ia menilai, langkah Pemkot Bandung masih belum optimal untuk menekan penyebaran virus corona di Kota Kembang. Hal tersebut tergambar dari banyaknya masyarakat yang masih beraktifitas seperti biasa walaupun hal tersebut menjadi poin dalam Surat Edaran yang dikeluatkan orang nomor 1 di Kota Bandung, Oded M Danial.

"Sekarang jalanan masih banyak yang berlalu lalang seperti biasa, kalau seperti ini saya yakin angka penyebaran virus akan terus naik, imbauan untuk tetap di rumah saja kan cuma imbauan, bisa dipatuhi bisa tidak, jangan salahkan mereka yang tidak patuh karena ada yang harus mencari nafkah. Saya harapkan pemerintah hadir memberikan solusi bagi masyarakat, jangan sebatas imbauan saja," ujar Kholid, saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Warga lainnya, Gugum Wardani (27), ia menilai dari langkah Pemkot Bandung dalam upaya pengentasan penyebaran COVID-19 masih belum jelas arahnya.

Meski ia mengetahui bahaya Virus Corona ini, namun ia tidak bisa hanya berdiam diri di rumah lantaran tidak memiliki tabungan untuk menanggung biaya dapur rumahnya.

Ia pun sempat sumringah mendapati informasi akan mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu dari pemerintah, hanya saja ia menikai langkah tersebut jangan hanya sampai disana.

"Harus ada ketegasan, misalkan PSBB yang seperti daerah lain, itu kan jelas," kata dia.

Sementara itu, dalam keterangannya, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan keputusannya untuk mengajukan PSBB masih harus dibicarakan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan juga Pemerintah Daerah lain di Bandung Raya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top