Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RSGJ Kota Cirebon Keluhkan APD yang Semakin Menipis

Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ) di Kota Cirebon, Jawa Barat,‎ telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan virus corona. Hingga saat ini, telah menerima 66 warga yang memeriksakan diri untuk skrining virus COVID-19 tersebut.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  14:23 WIB
?Direktur Rumah Sakit Gunung Jati, Ismail Jamaludin (kanan), saat konferensi pers di Dinkes Kota Cirebon, Selasa (23/3 - 2020)
?Direktur Rumah Sakit Gunung Jati, Ismail Jamaludin (kanan), saat konferensi pers di Dinkes Kota Cirebon, Selasa (23/3 - 2020)

Bisnis.com, CIREBON - Rumah Sakit Gunung Jati (RSGJ) di Kota Cirebon, Jawa Barat,‎ telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan virus corona. Hingga saat ini, telah menerima 66 warga yang memeriksakan diri untuk skrining virus COVID-19 tersebut.

Direktur Rumah Sakit Gunung Jati, Ismail Jamaludin, mengatakan, dalam upaya penanggulangan COVID-19, RSGJ mengaku membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, terutama untuk persediaan alat pelindung diri (APD).

"Jumlah APD di rumah sakit ini semakin menipis seiring dengan peningkatan jumlah pasien," kata Ismail di Kota Cirebon, Selasa (24/3/2020).

Berdasarkan informasi dari pihak RSGJ Kota Cirebon, warga yang memeriksakan diri sebanyak 35,3 persen berasal dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon 26,5 persen, Kuningan 7,4 persen, Majalengka 4,4 persen, Indramayu 2,9 persen, dan 23,5 dari luar daerah, termasuk warga China dan Filipina.

‎Dari 66 orang yang telah memeriksakan diri ke RSGJ, 22 di antaranya tidak masuk kriteria penderita COVID-19, 35 orang orang dalam pemantauan (PDP), 8 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan 1 positif.

Untuk pasien yang terkonfirmasi positif, dalam kondisi sehat, tetapi baru diperbolehkan pulang apabila hasil swab sebanyak 2 kali menunjukkan hasil negatif

Ruang isolasi di RSGJ Kota Cirebon dalam kondisi penuh, ‎terdapat 6 pasien. Sedangkan, yang membutuhkan isolasi, sementara waktu ditempatkan di ruang tunggu ruang isolasi sebelum dirujuk ke rumah sakit lain.

Untuk keamanan, ruang isolasi di rumah sakit tersebut sudah dilengkapi sistem ventilasi negatif, CCTV pemantau kondisi pasien, dan alat medis keperluan perawatan pasien dengan airborne disease.

‎Ismail mengatakan, sejak beberapa hari lalu, RSGJ terus berupaya, di antaranya menambah jumlah tempat tidur sebanyak 29 unit, mengubah ruang perawatan, ruang IPSRS, dan rumah tangga menjadi ruang isolasi tambahan.

"RSGJ juga telah membentuk Tim Infeksi Emerging yang diketuai dokter Syifa Imelda, beranggotakan dokter-dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, serta beberapa pejabat struktural," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top