Ada Corona, Frekuensi Aduan Masyarakat Naik Signifikan di Bandung

Sejak merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, frekuensi telepon di layanan pusat panggilan 119 meningkat 27,91 persen dibandingkan dengan rata-rata dua bulan lalu.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  12:42 WIB
Ada Corona, Frekuensi Aduan Masyarakat Naik Signifikan di Bandung
Pusat layanan call center Diskominfo Bandung - Istimewa.

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mencatat kenaikan signifikan aduan masyarakat sejalan dengan meningkatnya penyebaran virus corona atau Covid - 19.

Sejak merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, frekuensi telepon di layanan pusat panggilan 119 meningkat 27,91 persen dibandingkan dengan rata-rata dua bulan lalu. Jumlah panggilan terkait Covid-19 meningkat signifikan pada tanggal 15 Maret 2020.

Kepala Sub Bagian UPT Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung Eka Anugrah mengungkapkan hingga 20 Maret 2020 tercatat 210 panggilan terkait Covid-19.

“Kebanyakan dari warga yang mengonsultasikan kondisi yang dialami. Ada kekhawatiran terhadap Covid-19,” ujar Eka, Minggu (22/3/2020).

Setiap menerima panggilan, tim 119 akan mengonfirmasi gejala penelepon. Jika memiliki gangguan kesehatan, maka tim akan melakukan tindakan-tindakan sesuai prosedur.

“Kami arahkan langsung sesuai SOP. Apakah harus karantina di rumah, datang ke fasyankes atau dievakuasi dari rumah,” katanya.

Tak hanya memberikan rekomendasi tindakan kesehatan, tim yang bersiaga 24 jam penuh ini juga melayani konsultasi dan edukasi terkait keluhan atau pertanyaan apapun dari warga. Sebagian besar yang meminta layanan 119 juga adalah fasilitas kesehatan yang berkoordinasi untuk memberikan rujukan.

“Rumah sakit yang akan merujuk wajib call ke 119 untuk koordinasi ke rumah sakit tujuan. Sehingga tidak ada ceritanya (pasien) safari rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Dicky Wishnumulya mengungkapkan, selama sepekan ini atau 15 - 21 Maret, tercatat 21 panggilan yang masuk terkait virus corona. 

Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang menanyakan mengenai gejala langsung dalam tubuhnya seperti, batuk, pilek, flu, pusing kepala dan sebagainya. Semua laporan yang masuk ke call center 112 langsung ditindaklanjuti ke call center 119.

"Paling banyak ditanyakan warga itu keluhkan tentang batuk, pilek, flu, panas dan sebagainya. Rata-rata tenggorokan yang sering dirasakan. Intinya langsung menanyakan mengenai kesehatan," kata Dicky.

Selain merebaknya virus ini, lanjutnya, call center 112 menerima laporan masyarakat mengenai beberapa urusan seperti infrastruktur, pohon tumbang, kebakaran, kemacetan dan urusan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung, Virus Corona

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top