Jamin Seluruh Keluhan Dina, Program JKN-KIS Tebar Manfaat Kebaikan

Sebagai warga negara yang mendukung penuh program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warganya, Dina Ediana (55) dan keluarga telah mendaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS kesehatan. Mendaftar dan membayar iuran secara rutin, adalah bentuk kesadaran Dina sebagai warga negara. Walaupun ia tidak pernah berharap memanfaatkannya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  15:02 WIB
Jamin Seluruh Keluhan Dina, Program JKN-KIS Tebar Manfaat Kebaikan
Dina Ediana, peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS kesehatan. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Sebagai warga negara yang mendukung penuh program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warganya, Dina Ediana (55) dan keluarga telah mendaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS kesehatan. Mendaftar dan membayar iuran secara rutin, adalah bentuk kesadaran Dina sebagai warga negara. Walaupun ia tidak pernah berharap memanfaatkannya.

Memasuki tahun ke-enam Program JKN-KIS bergulir, Dina tidak pernah menyangka bahwa ia membutuhkan pengobatan untuk memulihkan kesehatannya. Tidak tanggung, ia bahkan memanfaatkan kartu kepesertaam JKN-KIS hingga beberapa kali.

“Selama mendaftar Program JKN-KIS, saya tidak pernah berharap untuk memanfaatkannya. Justru selama setahun terakhir, BPJS Kesehatan telah menjamin beberapa penyakit yang saya alami,” ungkap Dina, Senin (23/2/2020).

Dina menceritakan semua keluhan yang ia alami. Ia mengaku bahwa dirinya pernah mendapatkan benjolan di telinga sebelah kanan, benjolan di payudara, pergeseran otot ditangan kirinya, cabut dan tambal gigi, sampai yang terakhir saat ia mendapati masalah pada lumbar tulang belakangnya.

“Cukup banyak masalah kesehatan yang saya alami selama setahun ini. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih kepada Program JKN-KIS yang telah menjamin semua penyakit saya. Tak hanya pengobatan, bahkan semua tindakan pendukung seperti USG, Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), mammografi, Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan lain sebagainya. Semua dijamin sesuai dengan indikasi medis. Saya pastikan, semua pelayanan kesehatan yang saya dapatkan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun berkat JKN-KIS,” jelasnya.

Selama menjalani pengobatan, Dina mengaku ditangani oleh dokter spesialis yang berkompeten. Pelayanan yang ia terima berjalan lancar dan tidak ada yang dipersulit, karena semua tahapan ia jalani sesuai dengan prosedur. Jika harus menghitung berapa uang yang dikeluarkan apabila sebagai pasien umum, ia memperkirakan sudah menghabiskan biaya puluhan juta.

“Dalam hal ini kita dituntut untuk lebih sabar, karena tentu banyak peserta yang juga membutuhkan pengobatan. Namun, dengan kesabaran tersebut kita mendapatkan manfaat yang besar. Bagi peserta lain yang belum merasakan manfaatnya, berterimakasihlah kepada Tuhan karena diberikan kesehatan. Tapi kita harus ingat, cepat atau lambat semua orang pasti akan mengalami keluhan atas kesehatan. Disitulah manfaat BPJS Kesehatan baru kita rasakan,” tutur Dina.

Dina juga menitipkan semangat kepada BPJS Kesehatan untuk terus maju dan tidak menggubris suara sumbang. Bagaimanapun, peserta yang merasakan manfaat dari Program JKN-KIS jauh lebih banyak. Artinya, semua manfaat baik itu harus ditebarkan kepada sesama.

“Untuk BPJS Kesehatan, tetap maju dan fokus kepada pelayanan,” tutupnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top