Setiawan Wangsaatmaja Terpilih karena Cocok dengan Tantangan Jawa Barat

Setiawan Wangsaatmaja resmi menjadi Sekda Jabar usai dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/2/2020).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  17:07 WIB
Setiawan Wangsaatmaja Terpilih karena Cocok dengan Tantangan Jawa Barat
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG – Setiawan Wangsaatmaja resmi menjadi Sekda Jabar usai dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/2/2020).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan mantan Deputi Pemberdayaan SDM Aparatur Kemenpan RB tersebut terpilih usai melalui proses seleksi yang ketat. “Pelantikan sudah melalui prosedur yang sangat ketat dari banyak yang mendaftar dan sangat kompetitif. Yang ikut terdaftar dan terpilih adalah orang-orang terbaik di lingkungan Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya Setiawan diputuskan Presiden Joko Widodo melalui Tim Penilai Akhir terpilih menjadi Sekda untuk menjadi komandan ASN di Pemprov Jawa Barat. “Diputuskan langsung presiden melalui TPA. Melalui perspektif nasional cocok dengan situasi sekarang,” katanya.

Pihaknya memberi waktu tujuh hari kepada Setiawan untuk berkoordinasi membantu mengakselerasi lobi bantuan dari pemerintah pusat ke Jawa Barat.

“Saya kasih waktu tujuh hari untuk safari memperkenalkan diri ke semua elemen yang akan menjadi tanggungjawabnya,” kata Ridwan Kamil.

Pihaknya meminta Setiawan memanfaatkan jaringan di pemerintah pusat untuk mengakselerasi bantuan pembangunan Jawa Barat. Titik beratnya adalah keadilan fiskal dari pusat.

Keadilan fiskal yang dimaksud, adalah dana transfer ke kabupaten/ kota tahun 2020 untuk Jabar sebesar Rp 48,3 triliun. Sedangkan dana transfer untuk Jawa Tengah mencapai Rp 48,8 triliun, dan Jatim Rp 54,4 triliun.

Anggaran itu diberikan karena jumlah kabupaten/ kota di Jabar sebanyak 27 wilayah, lebih sedikit dari dibandingkan dengan Jateng yang memiliki 35 kabupaten kota, dan Jatim memiliki 38 kabupaten kota. Jumlah desa di Jabar juga lebih sedikit, yakni 5.312 dengan jumlah dana desa Rp 5,9 triliun, Jateng mempunyai 7.809 desa dan mendapat dana desa sebesar Rp 8,2 triliun, sedangkan Jatim terdiri dari 7.724 desa memperoleh Rp 7,6 triliun.

“Mungkin dengan jaringan pak Iwan di kementrian lobi-lobi itu bisa menghasilkan dukungan bantuan sehingga APBD Jabar yang terbatas mudah-mudahan di jaman sekda pa Iwan bisa berlipat-lipat bantuan dari pusat,” ujarnya.

Setiawan pun diminta fokus dan tidak terganggu dengan berbagai kepentingan politik yang memunculkan dinamika yang tak perlu.

“Mudah-mudahan fokus saja pada pekerjaan, jangan ada hal-hal yang di luar tupoksi seperti sebelum-sebelumnya. Saya kira itu harus dipahami karena pejabat politik ada 122 orang. 120 nya dewan , dua lagi gubernur dan wagub di luar itu gada yang bersifat formal sbg individu politik termasuk sekda,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top