Angka TBC di Jawa Barat Masih Tinggi, Ini Strategi Emil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat bahwa kasus tuberculosis (TBC) di Jabar masih tinggi. Menurut Emil --sapaan Ridwan Kamil, kolaborasi menjadi kunci utama menekan angka TBC di Jabar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  17:55 WIB
Angka TBC di Jawa Barat Masih Tinggi, Ini Strategi Emil
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat bahwa kasus tuberculosis (TBC) di Jabar masih tinggi. Menurut Emil --sapaan Ridwan Kamil, kolaborasi menjadi kunci utama menekan angka TBC di Jabar.

"Oleh karena itu yang kami lakukan, pertama adalah kolaborasi. Kami percaya teori pentahelix. Namanya ABCGM yaitu Akademisi, Business, Community, Government, dan Media. Ini kami lakukan dalam pemberantasan TBC," katanya di Bandung, Kamis (30/1/2020).

Selain itu, kata Emil, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar menggagas rumah sakit dengan fasilitas TB resistensi obat yang tersebar di 9 kabupaten/kota, Gamet (Gerakan Masyarakat Eliminasi Tuberkolosis), Kutiru (Klub TB Paru), dan pembentukan Desa Peduli TB di Kabupaten Bandung.

"Mudah-mudahan hari ini atas arahan Bapak Presiden, kita bertekad 10 tahun lagi, kita bisa melaporkan ke SDG's bahwa masalah Tuberkolosis di Indonesia itu bisa sesuai target jauh berkurang," katanya.

"Dan kita fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia menuju 2045 sebagai Tahun Emas Indonesia. Kita berharap 2045 anak cucu kita hidup di Indonesia yang sudah maju dan ekonominya ranking 4 atau 3," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mencanangkan 'Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC Tahun 2030' di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020). Gerakan itu digagas karena angka TBC di Indonesia masih besar.

"Penyuluhan dalam upaya pencegahan juga sangat penting. Tetapi yang sudah terkena harus segera ditemukan untuk diobati hingga sembuh," kata Presiden.

Menurut Presiden, atensi menangani TBC bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga pencegahan. Dia menilai, infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam pencegahan. Maka itu, pembangunan rumah-rumah sehat harus segera dilakukan.

"Infrastruktur fisik harus menjamin masyarakat, baik itu drainase yang lancar, tidak mampet, bersih. Pengelolaan juga sangat penting. Penyediaan air juga sangat penting. Penyinaran, udara masuk ke rumah juga sangat penting," ucapnya.

"Saya minta (pada Menteri PUPR) rumah-rumah yang masih belum sehat agar segera dikerjakan. Terutama di Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top