Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Virus Corona, Disparbud Jabar Kirim Surat Edaran

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meminta pelaku yang terlibat dalam industri pariwisata meningkatkan kewaspadaan terkait virus corona.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  10:57 WIB
Ilustrasi. Karyawan menggunakan masker saat beraktivitas di Terminal 3 Keberangkatan Internasional, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Ilustrasi. Karyawan menggunakan masker saat beraktivitas di Terminal 3 Keberangkatan Internasional, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com,BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meminta pelaku yang terlibat dalam industri pariwisata meningkatkan kewaspadaan terkait virus corona.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat imbauan tersebut kepada para pelaku industri pariwisata dan dinas pariwisata yang ada di 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat.

Salah satu poinnya adalah meningkatkan pengawasan kepada wisatawan dari negara yang sudah terindikasi ada penyebaran virus corona. Koordinasi dengan dinas kesehatan di masing-masing daerah sangat penting dalam melakukan pertolongan pertama jika menemukan suspect yang terpapar virus tersebut.

“Koordinasi antara pelaku industri pariwisata dengan dinas kesehatan harus ditingkatkan untuk mencegah penyebaran virus. Tentu ini berkaitan dengan kedatangan wisatawan mancanegara maupun lokal,” katanya di Bandung, Rabu (29/1/2020).

“Harus ada area atau ruang khusus untuk wisatawan yang diduga terpapar virus. Termasuk ruang isolasi sementara,” katanya.

Selain itu, masyarakat yang bekerja termasuk petugas di kawasan pariwisata yang pada diminta untuk menggunakan alat perlindungan diri, seperti masker sebagai antisipasi penularan penyakit.

“Surat ini sudah disampaikan kepada seluruh dinas terkait dan pengelola destinasi wisata di Jawa Barat,” terang dia.

Lebih lanjut, Dedi Taufik menyatakan bahwa hal ini merupakan implementasi dari Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK). Apalagi, industri pariwisata merupakan salah satu andalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendongkrak pendapatan negara, devisa, dan lapangan kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2019 menyebutkan, selama periode 2014-2018 rata-rata laju pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Jabar adalah 7,90 persen per tahun. Pada 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jabar mencapai 65,90 juta orang, terdiri dari 63,30 juta wisatawan domestik dan 2,60 juta wisatawan mancanegara.

Untuk menjaga tren tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah meluncurkan West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020. Dalam program tersebut, ada 167 event yang disiapkan, terdiri dari 107 event kebudayaan, enam event musik, 23 event olahraga, lima event fashion, 10 event kuliner, serta 17 event ekshibisi.

“Saya optimistis calendar event ini tidak terganggu dengan hal ini (isu virus corona). Semua menyadari industri pariwisata penting, para pelaku yang terlibat di industri ini pun pasti akan melakukan antisipasi dalam menjaga capaian yang baik pada tahun lalu,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top