UMK 2020: Ini Tiga Daerah Potensial untuk Industri dengan Upah Rendah di Jabar

Disparitas upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 di Jawa Barat masih tetap terjadi dan makin melebar. Lewat kenaikan UMK 2020, daerah selatan dan utara Jawa Barat masih menunjukan sebagai daerah potensial bagi industri.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  15:11 WIB
UMK 2020: Ini Tiga Daerah Potensial untuk Industri dengan Upah Rendah di Jabar
Pekerja menyelesaikan produksi sepatu untuk ekspor. - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG—Disparitas upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 di Jawa Barat masih tetap terjadi dan makin melebar. Lewat kenaikan UMK 2020, daerah selatan dan utara Jawa Barat masih menunjukan sebagai daerah potensial bagi industri.

UMK Karawang dan Bekasi yang sudah di atas Rp4,5 juta dinilai hanya cocok untuk industri padat modal. Berikut kawasan tersebut sudah lengkap dari sisi infrastruktur dan akses. Berikut tiga daerah potensial di Jawa Barat, industri masih mungkin bertumbuh karena upah yang masih terbilang rendah.

1. Kabupaten Majalengka

Pada 2020, UMK Majalengka ditetapkan sebesar Rp1,945 juta. Sejumlah industri padat karya seperti tekstil sudah banyak berdiri di kawasan tersebut. Infrastruktur yang mulai lengkap membuat daerah ini diprediksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menjadi kawasan pendongkrak baru. Dengan kelengkapan sarana Bandara Kertajati, Tol Cikopo-Palimanan dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Di kawasan ini juga sudah disiapkan aerocity seluas 3.200 hektar.

Ke depan, Jawa Barat berencana merelokasi industri tekstil di daerah aliran sungai (DAS) Citarum ke Majalengka.

2. Kabupaten Pangandaran
Kabupaten yang menjadi primadona pariwisata Jawa Barat ini tahun depan akan mengenakan UMK sebesar Rp1,860 juta. Bakal menyandang status Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, Pangandaran saat ini tengah berbenah menjadi kabupaten tujuan utama pariwisata. Pengembangan kawasan KEK Pangandaran dan masih luasnya kapasitas lahan membuka kesempatan pada investor untuk menanamkan modal.

Keterbatasan Pangandaran hanya ada pada akses yang masih belum mumpuni. Jika Tol Bandung-Cilacap direalisasi, persoalan tersebut diprediksi akan teratasi.

3. Kabupaten Subang
Subang akan memiliki Pelabuhan Internasional Patimban dengan dukungan tol, dan akses cepat ke Bandara Kertajati. Pemkab Subang pun sudah memetakan sejumlah lahan untuk menjadi kawasan industri. Menetapkan UMK 2020 sebesar Rp 2,54, Subang diprediksi akan menjadi primadona baru mengalahkan Karawang dan Bekasi.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/Kep.983-Yanbangsos/2019 di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan besaran masih sama dengan yang tercantum pada SE:

1. Kabupaten Karawang Rp 4.594.324,54
2. Kota Bekasi Rp 4.589.708,90
3. Kabupaten Bekasi Rp 4.498.961,51
4. Kota Depok Rp 4.202.105,87
5. Kota Bogor Rp 4.169.806,58
6. Kabupaten Bogor Rp 4.083.670,00
7. Kabupaten Purwakarta Rp 4.039.067,66
8. Kota Bandung Rp 3.623.778,91
9. Kabupaten Bandung Barat Rp 3.145.427,79
10. Kabupaten Sumedang Rp 3.139.275,37
11. Kabupaten Bandung Rp 3.139.275,37
12. Kota Cimahi Rp 3.139.274,74
13. Kabupaten Sukabumi Rp 3.028.531,71
14. Kabupaten Subang Rp 2.965.468,00
15. Kabupaten Cianjur Rp 2.534.798,99
16. Kota Sukabumi Rp 2.530.182,63
17. Kabupaten Indramayu Rp 2.297.931,11
18. Kota Tasikmalaya Rp 2.264.093,28
19. Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.251.787,92
20. Kota Cirebon Rp 2.219.487,67
21. Kabupaten Cirebon Rp 2.196.416,09
22. Kabupaten Garut Rp 1.961.085,70
23. Kabupaten Majalengka Rp 1.944.166,36
24. Kabupaten Kuningan Rp 1.882.642,36
25. Kabupaten Ciamis Rp 1.880.654,54
26. Kabupaten Pangandaran Rp 1.860.591,33
27. Kota Banjar Rp 1.831.884,83.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
upah minimum

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top