Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Tegaskan Pasokan Pangan Nataru Aman

Kementerian Perdagangan menegaskan pasokan bahan pangan secara nasional untuk periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dalam kondisi aman.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 November 2019  |  16:13 WIB
Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (tengah) saat mengunjungi Gudang Bulog di Gedebage, Bandung - Bisnis/Hadijah Alaydrus
Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (tengah) saat mengunjungi Gudang Bulog di Gedebage, Bandung - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, BANDUNG--Kementerian Perdagangan menegaskan pasokan bahan pangan secara nasional untuk periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dalam kondisi aman.

Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan pihaknya telah menurunkan sebanyak 42 tim di seluruh Indonesia.

"Secara nasional sudah dinyatakan aman dan tersedia pasokan," kata Oke di sela-sela kunjungannya ke Gudang Bulog di Gedebage, Bandung, Selasa (26/11/2019).

Dia juga menegaskan Kementerian Perdagangan dan instansi terkait terus melakukan pengendalian harga. Namun, dia mengakui pihaknya tetap mengantisipasi pengaruh lain, seperti kondisi cuaca dan sebagainya.

Kondisi cuaca sulit diprediksi dan ini dapat menganggu kestabilan harga. Dia mencontohkan banjir di Solok, Sumatera Barat, yang menyebabkan jembatan roboh sehingga membuat pasokan terganggu.

"Itu bisa membuat instabilitas harga sehingga hal-hal seperti itu, sudah kami antisipasi," kata Oke. Ketika dalam kondisi tersebut, Disperindag dan pihak terkait harus terus memastikan bahwa pasokan di distributor tetap aman.

Kondisi lain yang akan diantisipasi pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 adalah pembatasan operasional truk. Truk yang membawa bahan pangan memang tidak terpengaruh, tetapi masalah sering muncul bagi truk yang kosong selepas mengantar pasokan. "Begitu selesai mengantarkan barang dan pulangnya kosong. Jangan sampai tidak bisa jalan atau ketahan," tegas Oke.

Bulog Jadi Acuan

Dalam kesempatan ini, Oke juga mengungkapkan kebijakan pengendalian harga pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini. Dia menegaskan harga pangan Bulog di seluruh Indonesia akan menjadi acuan (benchmark) bagi pedagang baik di pasar tradisional dan modern.

"Nanti prinsipnya, Bulog akan kita jadikan benchmark untuk komoditas yang akan dimonitor," ungkap Oke.

Dengan demikian, penjual akan mengacu kepada harga Bulog. Adapun, harga yang ditetapkan Bulog merupakan harga berdasarkan HET. "Bulog dagangannya adalah HET. Bulog bukan mencari keuntungan ke konsumen."

Salah satu cara yang akan dilakukan Bulog adalah dengan menghadirkan toko khusus di sekitar pasar. Toko tersebut akan menjual komoditas pangan dengan harga sesuai HET. Dengan demikian, penjual di pasar yang menjual pangan, misalnya gula atau minyak, di atas harga HET akan mendorong pembeli beralih ke toko milik Bulog.

Namun, Bulog akan tetap memasok komoditas kepada pedagang dengan harga wajar. Oke mencontohkan Bulog akan menjual gula dengan harga Rp11.000 per kg sehingga pedagang memiliki kesempatan untuk berdagang sesuai harga HET.

"[Kalau di atas HET] Nanti pembeli akan lari ketempat Bulog semua. Jadi penjual dipaksa untuk menjual di harga itu Rp12.500," ujarnya. Di sisi lain, Oke menegaskan pemerintah juga akan bertanggung jawab untuk mengamankan pasokan bagi penjual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top