Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Sasar Kepesertaan Non ASN

Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek cabang Bandung Suci menyasar keanggotaan dari aparatur sipil negara (Non ASN) se-Kota Bandung.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 22 November 2019  |  19:38 WIB
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci Suhedi - Bisnis/Dea Andriyawan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci Suhedi - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek cabang Bandung Suci menyasar keanggotaan dari aparatur sipil negara (Non ASN) se-Kota Bandung.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci Suhedi mengatakan, para Non-ASN akan mendapatkan manfaat yang baik dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Suhedi mengatakan pihaknya terus menginformasikan terkait keunggulan dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga para peserta akan lebih tenang saat bekerja

Ia mengatakan, pikaknya juga menjelaskan secara langsung melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Festival kepada para non ASN yang telah menjadi peserta bahwa mulai saat ini sejak mereka berangkat dari rumah ke tempat kerja, selama di lokasi kerja ataupun kembali lagi kerumah apabila terjadi kecelakaan maupun resiko meninggal dunia, mereka telah dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Suhedi, menuturkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan dan Rumah Sakit yang termasuk dalam Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) telah menyepakati perjanjian bahwa setiap pasien yang butuh perawatan tidak perlu membayar biaya deposito Rumah Sakit terlebih dahulu dan hanya diperlukan untuk menunjukan kartu kepesertaannya baik berupa digital maupun fisik.

“Tidak ada batasan biaya perawatan bagi peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di Rumah Sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semua biaya akan ditanggung hingga peserta pulih.” ujar Suhedi.

Jenis kecelakaan kerja yang dimaksud bukan hanya seputar musibah yang terjadi saat peserta bekerja saja. Namun, saat peserta mengalami kecelakaan sewaktu berangkat dan sepulang dari kantor juga dapat disebut dengan kecelakaan kerja. Begitu pula saat peserta mengikuti dinas luar, diklat, dan darmawisata sekalipun bila terjadi musibah maka akan terhitung kecelakaan saat bekerja.

“BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan upah sementara selama peserta dinyatakan tidak dapat bekerja dalam waktu tertentu karena proses pemulihan. Besarannya disesuaikan dengan aturan yang berlaku.” tutup Suhedi. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top