Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polrestabes Bandung Amankan Tujuh Staf Akumobil Terkait Penipuan Konsumen

Polrestabes Bandung mengamankan tujuh orang yang terdiri atas staf dan juga Direktur Akumobil (perusahaan penjualan mobil) terkait dengan adanya laporan dugaan penipuan terhadap ratusan konsumen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 November 2019  |  21:25 WIB
Konsumen Akumobil menyampaikan laporan dugaan penipuan di Mapolrestabes Bandung. - Antara
Konsumen Akumobil menyampaikan laporan dugaan penipuan di Mapolrestabes Bandung. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Polrestabes Bandung mengamankan tujuh orang yang terdiri atas staf dan juga Direktur Akumobil (perusahaan penjualan mobil) terkait dengan adanya laporan dugaan penipuan terhadap ratusan konsumen.

"Ada tujuh orang yang diamankan untuk dimintai keterangan dalam pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Rifai di Mapolrestabes Bandung, Jumat (1/11/2019).

Dari tujuh orang yang diamankan, tiga di antaranya menjabat sebagai direktur dan empat lainnya sebagai staf administrasi. Mereka diamankan setelah ratusan konsumen menggeruduk gerai Akumobil di Jalan Sadakeling, Kota Bandung, Kamis (31/10) malam.

"Kemarin demo itu para nasabah yang membeli mobil di Akumobil. Mereka protes karena 2—3 bulan kendaraan tidak kunjung ada," kata Rifai.

Menurut Rifai, perusahaan Akumobil yang diduga melakukan penipuan tersebut menyediakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga pasaran.

Namun, setelah melakukan pembayaran, konsumen mengeluh karena kendaraan yang dipesan tidak kunjung datang.

Menurut Rifai, Akumobil diduga menyebabkan kerugian konsumen dengan total puluhan miliar rupiah.

"Ada yang sudah 2 bulan sampai 3 bulan. Kerugiannya mencapai puluhan miliar," kata dia.

Terkait dengan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan ke polisi tersebut, Rifai menyebut sudah ada tiga orang perwakilan dari ratusan konsumen yang menjadi korban penipuan.

"Saat ini sudah proses sidik. Untuk korban sementara ada 200 orang sedang dalam pendataan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penipuan

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top