TikTok Ajak Pemuda Bandung Berekspresi Lewat Tik Tok

Tiktok, wadah destinasi video pendek, mengajak kaum muda Bandung untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas melalui platform aplikasi video nomor satu di Indonesia.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  21:06 WIB
TikTok Ajak Pemuda Bandung Berekspresi Lewat Tik Tok
Head of User & Content Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra mengungkapkan pengguna aplikasi berbasis video di Indonesia menghabiskan rata-rata 29 menit untuk menonton dan menciptakan video di TikTok. - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, BANDUNG--Tiktok, wadah destinasi video pendek, mengajak kaum muda Bandung untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas melalui platform aplikasi video nomor satu di Indonesia.

Head of User & Content Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra melihat Jawa Barat memiliki potensi pengguna internet yang cukup besar, yakni 16% pada 2018.

Sementara itu, pertumbuhan pengguna internet di provinsi ini mencapai 10,12% pada 2018.

"Dengan angka pengguna internet yang tinggi, anak-anak muda Bandung memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka," ungkap Angga Jumat (11/10/2019).

Selain menjadi media karya dan ekspresi, Tik Tok juga banyak menawarkan hal positif bagi anak muda di Bandung.

Para anak muda dapat berbagi video berdurasi 15 detik sampai satu menit langsung dari ponsel pintarnya. Saat ini, konten yang paling populer untuk TikTok di Indonesia yaitu makanan, fesyen dan komedi.

Contohnya, video membuat risoles dari Yakikuka menjadi terkenal dengan lebih dari 750.000 likes. Di dalam aplikasi ini, TikTok memuat efek khusus, stiker, transisi serta fitur lainnya. Untuk fitur lagu, Angga menuturkan pengguna TikTok tidak perlu khawatir karena sudah membeli hak atas penggunaan lagu tersebut.

"Mulai dari lagu dalam negeri sampai luar negeri, TikTok memiliki pustaka musik yang besar," tambah Angga.

Dalam dua tahun terakhir, lagu yang paling populer sebagai lagu latar video di Indonesia a.l. 'Aku Salah Apa' dari Ilir 7, 'Lagi Syantik' dari Siti Badriah dan 'Di Sana Menanti Di Sini Menunggu' dari Via Vallen.

Menurut Angga, TikTok juga banyak melakukan kolaborasi dengan pemerintah atau pihak lokal melalui platformnya.

Contohnya, kegiatan sosial 'TikTok Peduli' yang mengundang pengguna untuk berbagi kasih sayang dengan penyandang autisme di Indonesia. Untuk setiap 100 video yang diunggah dengan menggunakan tagar #TikTokPeduli, TikTok mendonasikan Rp100 juta kepada Rumah Autis yang mengangani anak-anak autis dan berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu.

Di tataran pemerintah, TikTok ditunjuk menjadi mitra resmi Kementerian Pariwisata RI untk membantu mempromosikan tujuan wisata di seluruh Indonesia. Pada Agustus lalu, TikTok juga bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mempromosikan kampanye #EkspresiMerdeka yang menyoroti rasa cinta warga Indonesia kepada negaranya.

Ketika disinggung soal kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat atau Pemkot Bandung, Angga menuturkan TikTok sangat terbuka dan melihat peluang kerja sama tersebut ke depannya. Adapun, inisiasi kerja sama umumnya dilakukan dua arah.

"Dua arah karena bisa dari pemerintah ataupun dari kami," ujar Angga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
TikTok

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top