Dorong Pekerja Informal Masuk BPJS Naker, Jabar Bentuk Tim Khusus

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengapresiasi kerja sama Dinas Sosial Prov. Jabar dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jabar terkait perlindungan sosial tenaga kerja bagi Pekerja Potensi Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:07 WIB
Dorong Pekerja Informal Masuk BPJS Naker, Jabar Bentuk Tim Khusus
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com,BANDUNG--Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengapresiasi kerja sama Dinas Sosial Prov. Jabar dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jabar terkait perlindungan sosial tenaga kerja bagi Pekerja Potensi Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Menurut Daud, kerja sama tersebut merupakan salah satu implementasi dari tim terpadu yang dibentuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Tim terpadu itu bertugas menyosialisasikan dan mengajak pekerja formal maupun informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Di mana Dinas Sosial itu memiliki kepanjangan tangan (dalam melakukan programnya) seperti pekerja sosial masyarakat. Di antaranya ada PSM, keluarga harapan, PKH, TKSK, Tagana dan Karang Taruna," kata Daud, Kamis (10/10/2019).

Daud juga mengatakan, pekerja informal memiliki risiko kerja tinggi dan harus mendapat perlindungan. "Dalam bekerja, mereka mempunyai resiko nanti akan dicover atau dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.

Pada 2019, tren Tingkat Pengangguran Pengangguran Terbuka (TPT) di Jabar memperlihatkan performa menurun, yakni turun sebesar 0,44 persen dari Agustus2018. Saat ini, angkatan kerja di Jabar mencapai 23.830.000 orang dengan jumlah yang bekerja sebanyak 21.990.000 orang.

Jumlah yang bekerja tersebut terbagi menjadi pekerja formal (penerima upah) dan 10.970.127 dan pekerja informal (bukan penerima upah) sekira 12 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top