Pemkot Bandung Tunggu Kepastian Pelarangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Pemerintah Kota Bandung akan menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait larangan penjualan minyak goreng curah di pasar. Rencananya, pelarangan penjualan minyak goreng curah sudah digaungkan sejak 2014 lalu dan kembali akan diberlakukan 1 Januari 2020, namun akhirnya kembali dibatalkan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  13:17 WIB
Pemkot Bandung Tunggu Kepastian Pelarangan Penjualan Minyak Goreng Curah
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung akan menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait larangan penjualan minyak goreng curah di pasar. Rencananya, pelarangan penjualan minyak goreng curah sudah digaungkan sejak 2014 lalu dan kembali akan diberlakukan 1 Januari 2020, namun akhirnya kembali dibatalkan.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan e-commerce, Dinas Perdagangan dan Industri Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menuturkan, di Kota Bandung sendiri memang minyak goreng curah masih banyak dijual di pasar-pasar Kota Bandung. Perbandingan harga pun kata dia tidak terlalu jauh berbeda dengan minyak goreng dalam kemasan.

"Rata-rata harga minyak goreng curah di pasar mendekati HET, sekitar Rp11.000/liter," kata Meiwan dalam Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Kamis (10/10).

Namun, ada juga beberapa pedagang yang menjual minyak goreng curah dengan harga yang lebih murah hampir setengah dari HET.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk jangan terbuai dengan harga minyak goreng curah yang dijual dengan harga yang murah. Karena, minyak goreng curah bisa jadi tidak memiliki jaminan mutu sehingga akan memiliki risiko kesehatan yang tinggi dalam jangka waktu tertentu.

"Mengimbau masyarakat untuk pintar memilih minyak goreng, karena minyak goreng kemasan pasti memiliki jaminan mutu," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah membatalkan penggunaan minyak curah yang direncanakan berlaku pada tahun 2020. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top