Moda Favorit, 9.000 Penumpang Pilih Naik Damri ke Bandara Kertajati

Sejak penataan rute dilakukan dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT), bus Damri masih menjadi pilihan transportasi masyarakat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:25 WIB
Moda Favorit, 9.000 Penumpang Pilih Naik Damri ke Bandara Kertajati
Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara Kertajati - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG—Sejak penataan rute dilakukan dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT), bus Damri masih menjadi pilihan transportasi masyarakat.

Selain gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut.

Bukan hanya Damri, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) juga merangkul moda transportasi lainnya seperti shuttle taksi daring sebagai pilihan masyarakat yang ingin  terbang Bandara Kertajati. Ada 11 pilihan tranportasi dengan 11 rute yang tersedia saat ini yakni ; Bandung, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, Karawang, Majalengka dan Tegal.

"Pilihan moda transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati itu cukup banyak, tapi memang Damri masih menjadi pilihanmasyarakat karena gratis. Ini sebagai bentuk perhatian kebaikan pemerintah kepada Bandara Kertajati," kata Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, Senin (23/9/2019).

Dari catatan, sejak 1 - 19 September 2019 ada 14.253 orang terakomodir oleh berbagai moda transportasi yang menggunakan fasilitas Bandara Kertajati untuk pilihan terbang. Dalam periode tersebut sekitar 9.823 orang diantaranya memilih Damri. Adapun sisanya menggunakan shuttle dan taksionline.

Penumpang ternyata masih juga didominasi dari kawasan Bandung Raya dengan angka penumpang mencapai 11.647 orang. Disusul Cirebon dengan 1.161 dan Sumedang serta Tasikmalaya yang masing-masing mendekati 400 orang.

"Yang buat kita terkejut juga justru masyarakat Tegal yang cukup banyak menggunakan Bandara ini. Dua minggu saja ada219 orang menggunakan angkutan umum. Data ini belum yang menggunakan kendaraan pribadi," terangnya.

PT BIJB dan beberapa pihak menurut Singgih masih memilikipekerjaan besar untuk meng-create penumpang yang ada di wilayah cakupan seperti Indramayu, Kuningan dan Majalengka. Bergerak ke Barat penumpang potensi besar juga ada di Karawang, Purwakarta dan Subang yang sedang dimaksimalkan untuk tersosialisasi.

"Kita ingin Bandara yang sudah dibuat susah payah ini bisadirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat. Bukan cuma orang Majalengka, Cirebon, atau Bandung, tapiseluruhnya. Apalagi saya optimisi jika Tol Cisumdawu selesai, Bandara dan potensi wilayahnya ini akan berkembang pesat. Karena Cisumdawu ini memang kunci untuk maksimalkan Bandara ini," imbuhnya.

Singgih menerangkan, jumlah penumpang pascapenataan rute yang efektif dimulai sejak 30 Juni 2019, memang mengalami peningkatan jumlah penumpang secara siginifikan yang bisa menyentuh 4.000 penumpang seharinya. Namun saat ini ketika memasuki periode low season jumlah penumpang masih dalamangka sekitar 2.500 - 3.000 setiap harinya.

"Ketika ada penurunan itu hal wajar karena saat ini memasukilow season. Ini juga yang dialami bandara lain ketika memasuki periode ini," imbuh Singgih seraya menyebutkan jumlah penumpang di Kertajati sejak penataan rute hingga 22 September mencapai 243.756 penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top