PT Inti Siap Produksi 500.000-600.000 Tabung LPG Composite

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) siap memproduksi Tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Composite, untuk pertama kalinya di Indonesia, dengan kapasitas output 500.000 - 600.000 tabung per tahun.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 September 2019  |  16:39 WIB
PT Inti Siap Produksi 500.000-600.000 Tabung LPG Composite
(Kiri-kanan) Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin, Komisaris Independen PT Dinamika Utama Jaya Hamzah Haz, Direktur Utama INTI (Persero) Darman Mappangara, dan Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) siap memproduksi Tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Composite, untuk pertama kalinya di Indonesia, dengan kapasitas output 500.000 - 600.000 tabung per tahun.

Adapun, produksi akan dimulai pada Februari 2019 di salah satu pabrik perusahaan di Dayeuhkolot, Bandung.

Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia/ INTI (Persero) Darman Mappangara menuturkan produksi tabung gas berbahan komposit serat bersifat mekanik, kekakuan, dan ketahanan panas yang lebih baik ketimbang logam ini, sejalan dengan agenda pemerintah yang gencar melakukan konversi energi dari penggunaan minyak tanah menjadi gas LPG.

“Kami targetkan fasilitas produksi ini siap beroperasi pada Februari 2020," ungkap Darman, di sela penandatanganan Nota Kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] Pekerjaan Pembangunan, Penyediaan, dan Pengawasan Produksi Tabung LPG Composite, di Kantor Pusat PT INTI (Persero), Rabu (18/09).

Produksi tabung LPG composite ini merupakan kolaborasi antara perusahaan pelat merah dan swasta, yakni PT INTI (Persero), PT Sucofindo (Persero) dan PT Dinamika Utama Jaya.

Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tabung gas yang terus meningkat, sekaligus mendukung PT Pertamina (Persero) yang mendapat tugas dari pemerintah untuk mendistribusikan bahan bakar yang tersedia dalam ukuran 3 Kg, 5,5 Kg, serta 12 Kg tersebut.

Adapun nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT INTI (Persero) Darman Mappangara, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin, dan Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz.

Dalam kesepakatan ini, PT INTI (Persero) akan menyediakan sarana dan prasarana pabrik untuk produksi Tabung LPG Composite, PT Dinamika Utama Jaya akan merancang sarana dan prasarana produksi, sedangkan PT Sucofindo (Persero) berperan untuk melakukan pengawasan kendali mutu berbasis sistem teknologi informatika terhadap barang yang sudah dibuat, sekaligus pengawasan saat penyebaran dan pengisian tabung LPG Composite.

Pada tahap awal produksi, Darman menuturkan tabung LPG Composite yang telah mengantongi lisensi dari Hyundai BS&E itu akan diproduksi dalam dua shift, dengan kapasitas rata-rata sekitar 1.000-1.200 tabung per hari, dalam satu line produksi.

"Harapannya, kapasitas produksi ini dapat terus meningkat dan memenuhi kebutuhan Tabung LPG Composite di pasar ekspor dan domestik di masa mendatang," ungkap Darman.

Dia menambahkan, penyiapan sarana dan prasarana produksi ini sesuai dengan misi PT INTI (Persero) untuk menjadi pioneer tumbuhnya industri dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan perusahaan akan berperan sebagai pengawas kendali mutu berbasis sistem teknologi informatika terhadap tabung gas yang sudah dibuat di Indonesia.

Selain itu, Sucofindo juga akan mengawasi penyebaran dan pengisian tabung gas LPG Composite.

Lebih lanjut, Bachder menyatakan kerja sama ini adalah wujud komitmen Sucofindo dalam mengimplementasikan BUMN Hadir untuk Negeri, khususnya memberikan manfaat bagi negeri terkait penyediaan tabung gas.

"Manfaat ini pun akan berdampak secara langsung dalam memberikan nilai tambah maksimal bagi semua pihak dan memperkuat proses bisnis masing-masing," kata Bachder.

Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz mengatakan aliansi strategis ini merupakan langkah nyata korporasi dari pelaku bisnis swasta, untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Pasalnya, masyarakat pengguna gas elpiji akan mendapatkan pilihan dengan adanya tabung gas berbahan komposit.

"Dengan menggunakan material berbahan komposit, tabung gas ini lebih aman dibandingkan tabung berbahan logam," tegas Zaenal.

Selain itu, produk tabung gas berteknologi tinggi ini tidak hanya potensial untuk konsumsi dalam negeri, tapi juga memberikan peluang untuk pasar ekspor, yang tentunya akan memberikan devisa untuk negara.

PT Dinamika Utama Jaya telah mengantongi lisensi pembuatan tabung gas komposit ukuran 3 Kg dan 6 Kg yang berlaku internasional.

Dengan teknologi terkini dari Hyundai, PT Dinamika Utama Jaya akan merancang sarana dan prasarana produksi, yang pada akhirnya akan menghasilkan tabung gas yang tidak hanya aman, tapi juga berteknologi tinggi.

Sejalan dengan berkembangnya Teknologi informasi, Zaenal menuturkan produksi tabung gas ini akan menerapkan teknologi berbasis End to End ERP to CRM ber Artificial Intelegent & Internet of Things (IoT), baik untuk manufacturing, filling, Distribusi, maupun refilling cyclenya.

Teknologi tersebut nantinya yang akan membantu pemerintah dalam mendata penyaluran gas LPG bersubsidi karena tabung komposit ini akan dilengkapi oleh sistem QR Code.

Adapun, produksi tabung LPG ini akan dijual ke Pertamina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt inti

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top