Pemkot Bandung Siap Susun Road Map Pariwisata Halal Usai Deklarasi 'Muslim Friendly City'

Pemerintah Kota Bandung siap menyusun road map pengembangan Pariwisata Halal di Kota Bandung. Hal tersebut akan dilakukan usai deklarasi 'Muslim Friendly City' pada 27 September mendatang.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 09 September 2019  |  18:58 WIB
Pemkot Bandung Siap Susun Road Map Pariwisata Halal Usai Deklarasi 'Muslim Friendly City'
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung siap menyusun road map pengembangan Pariwisata Halal di Kota Bandung. Hal tersebut akan dilakukan usai deklarasi 'Muslim Friendly City' pada 27 September mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari menuturkan, Pemerintah Kota Bandung saat ini terus berusaha meningkatkan potensi wisata, salah satunya melalui pengembangan wisata halal.

Dengan konsep tersebut diharapkan geliat pariwisata di kota berjuluk Paris Van Java ini mampu berkembang pesat. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi modal utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengintegrasian pariwisata halal menjadi hal yang mesti dilakukan, baik dari segi kuliner, perhotelan hingga sistem pembayaran.

Salah satu contoh, saat ini pihaknya sedang menyusun konsep Halal Street Food di Jalan Gelap Nyawang. Nantinya di lokasi tersebut akan menjadi percontohan wisata halal di Bandung.

Halal Street Food Gelap Nyawang ini kata dia masih dalam persiapan dan sosialisasi. Kawasan itu dipilih sebagai percontohan karena lokasinya dekat dengan tempat ibadah, pusat kuliner dan rekreasi.

"Perencanaan dan perancangan Halal Street Food Gelap Nyawang sudah sampai tahap sosialisasi dan publikasi. Ke depan akan ada pelatihan pedagang Gelap Nyawang oleh Pusat Halal Salman," katanya, Senin (9/9).

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak semua pihak untuk ikut serta mewujudkan wisata halal di Kota Bandung. "Menciptakan Bandung wisata halal ini tentunya harus bekerja sama dengan semua. Kolaborasi menjadi paling utama," ucapnya.

Dia berharap pengembangan wisata halal bisa menjadi daya tarik baru untuk industri pariwsata di Kota Bandung. Dan paling penting bisa menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

"‎Saya berharap destinasi Halal segera terwujud. ‘Muslim friendly city’ kita rencanakan tak hanya dari aspek fisik seperti infrastruktur saja, tapi juga nonfisik, seperti pelatihan dan hal lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Bandung Yoel Yosaphat mengaku tidak setuju dengan pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Apalagi Bandung merupakan kota metropolitan yang dihuni oleh beragam suku dan agama.

"Sejak dulu keanekaragaman adalah hal yang sangat penting di Bandung, karena itu membuat Bandung menjadi kota yang kreatif," ucapnya.

Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia ‎(PSI) menyebut, pembentukan pariwisata halal di Kota Bandung bukan hal yang mendesak untuk diakselerasi.

"Saya tidak melihat adanya urgensi mengenai wisata halal itu perlu diterapkan di Bandung," ucapnya.

Justru, dalam pengembangan pariwisata di Kota Bandung harus terbuka oleh semua kalangan dan tidak dibatasi pada satu sektor saja.

"Yang harus dipikirkan lebih jauh adalah bagaimana meningkatkan kualitas pariwisata Bandung yang sudah ada ke taraf internasional," katanya.

Ia menyarankan, seharusnya Pemkot Bandung lebih fokus dalam hal perbaikan dan melengkapi infrastruktur penunjang pariwisata. Misalnya saja perbaikan trotoar. Ini penting demi memberi kenyamanan warga dan wisatawan saat berada di Kota Bandung.

Kemudian juga masalah kemacetan yang harus segera dicari solusi penyelesaiannya. Kareana kemacetan di Kota Bandung terutama saat akhir pekan sudah semakin parah. Kondisi itu tentu bisa memengaruhi kepuasan para wisatawan saat berwisata di Bandung.

Faktor lain yang perlu juga mendapat perhatian,adalah jaminan keamanan. Hal tersebut menjadi faktor pendukung kenyamanan warga dan wisatawan saat menikmati wisata di kota berjuluk Paris Van Java ini.

"Hal itu yang mempunyai tingkat urgensi lebih tinggi daripada wisata halal," ujarnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top