Bandung Agri Market 2019 Siap Digelar 15 September

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) akan menggelar acara Bandung Agri Market (BAM) di Plaza Balai kota pada 15 September 2019 mendatang. Sebanyak 150 kelompok berkebun akan memamerkan produknya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 05 September 2019  |  17:32 WIB
Bandung Agri Market 2019 Siap Digelar 15 September
Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) akan menggelar acara Bandung Agri Market (BAM) di Plaza Balai kota pada 15 September 2019 mendatang. Sebanyak 150 kelompok berkebun akan memamerkan produknya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengungkapkan, BAM akan kembali menampung dan menjadi wadah bertemunya pengembang pangan dan pertanian di Kota Bandung.

“Pada dasarnya, acara ini adalah output dari pemanfaatan lahan yang ada untuk menjadi salah satu bahan memenuhi kebutuhan keluarga seperti sayur sayuran,” ujar Gin Gin Ginanjar dalam Bandung Menjawab di Balaikota, Kamis (5/9).

Acara tersebut akan mengusung tema “Manfaatkan Lahan, Sehatkan Keluarga dan Ceriakan Keluarga”, BAM kedua di tahun 2019 ini akan melibatkan 150 kelompok berkebun dibina Dispangtan. Mereka akan membawa beberapa output produk pangan dan pertanian seperti sayur-sayuran, cabai, buah-buahan dan masih banyak lagi.

Sebelumnya, dalam upaya pengoptimalan lahan di Bandung Dispangtan pernah menggagas konsep Urban Farming di medio 2014 silam. Gin Gin menyebutkan, gagasan Urban Farming ini mengurangi 5-6 persen ketergantungan pangan di Kota Bandung.

“Output dari Urban Farming ini sudah cuku bagus. Selain masyarakat bisa memanfaatkan hasil panen untuk keperluan pangan di rumah, beberapa masyarakat juga berhasil menjual hasil berkebunnya,” ujar Gin Gin..

Melalui acara Bandung Agri Market, Gin Gin berharap gairah masyarakat Bandung untuk menghasilkan prodak pangan dan pertanian semakin tinggi. Meski pun ketersediaan lahan di Kota Bandung bisa dibilang terbatas.

“Angka impor pangan di Kota Bandung ini cukup tinggi. Karena ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting, melalui BAM ini kita edukasi masyarakat agar mereka bisa menghasilkan produk pangan dan tani sendiri. Hasilnya, minimal cukup untuk kebutuhan di rumah masing-masing,” papar Gin Gin.

Guna menarik atensi masyarakat, Dispangtan telah menggelar praacara berupa perlombaan di media sosial. Adapun kategorinya adalah lomba fotografi, lomba video blog (vlog), foto bersama hewan kesayangan, juga lomba membuat logo Dispangtan.

“Preevent ini juga menjadi satu upaya sosialisasi kami kepada masyarakat. Kami berharap akan banyak masyarakat yang hadir ke acara BAM ini,” tuturnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top