HUT JABAR: Jabar Andalkan Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Pembangunan Desa

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata dan pembangunan desa.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  10:09 WIB
HUT JABAR: Jabar Andalkan Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Pembangunan Desa
Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata dan pembangunan desa.

Komitmen dan capaian ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam amanatnya di Apel Besar HUT Jabar ke 74 yang dipusatkan di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin (19/8/2019).

Ridwan Kamil mengatakan Jawa barat merupakan provinsi terdepan dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Pertama, Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi yang mempunyai perda tentang ekonomi kreatif. “Kedua, kami sedang membangun pusat kreatif (creative hub) di 27 kabupaten/kota. Tahun 2019 sedang di bangun di Purwakarta, Kota Bogor, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi dan Kota Cirebon,” katanya.

Pada sektor pariwisata Jawa Barat menurutnya memiliki potensi yang sangat besar dan mempunyai keunggulan mengingat mayoritas berada di sektor jasa. “Pariwisata merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menetes hingga ke level paling bawah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana pariwisata dibagi ke dalam tiga tipologi, yaitu pariwisata tipe 1 (revitalisasi destinasi yang sudah ada); tipe 2 (pembangunan sarana aksesibilitas menuju destinasi yang sudah ada); tipe 3 membangun desitinasi baru. Bahkan kami terus mendukung menciptakan  kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata seperti di Pangandaran dan Sumedang.

“Adapula pembangunan infrastruktur digital melalui aplikasi gurilaps; pembangunan alun-alun; pemberian hibah bus wisata  kepada 13 kabupaten/kota se-Jawa Barat; pengembangan wisata air; pengembangan desa wisata dan esteem tourism. Hal-hal tersebut merupakan rumus-rumus kami dalam mengembangkan sektor pariwisata,” tuturnya.

Pihaknya juga menganggap desa sebagai bagian penting dari konsep pembangunan berkeadilan. Jawa barat saat ini memiliki 5.312 desa, untuk menghadirkan desa juara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program-program berbasis desa seperti : (1) Digitalisasi  Layanan Dasar Desa (1 Desa 1 Hafidz, Patriot Desa Digital, Desa Digital, Sapa Warga 1 RW 1 Hp, Ecommerce Desa, Internet Masuk Desa Dan Sekoper Cinta) ; (2) One Village One Company; One Pesantren One Product; Desa Wisata; Revitalisasi Pasar Desa; Kredit Mesra; Patriot Desa; (3) Gerbang Desa (Jembatan Gantung Desa, Maskara).

“Alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kita berhasil meningkatkan status desa mandiri menjadi 98 desa 2x lipat sebelumnya status desa maju bertambah sebanyak 500 desa dan saat ini di sudah tidak terdapat lagi desa tertinggal,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top