Dispangtan Kota Bandung Terjunkan Petugas Pemeriksa Kualitas Daging Kurban

Guna memastikan kesehatan dan kelayakan daging kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung kembali menerjunkan tim pascapenyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1440 hijriah ini. Bahkan jumlahnya ditambah menjadi 136 petugas.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  17:02 WIB
Dispangtan Kota Bandung Terjunkan Petugas Pemeriksa Kualitas Daging Kurban
Proses pascapenyembelihan hewan kurban di Kota Bandung - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Guna memastikan kesehatan dan kelayakan daging kurban, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung kembali menerjunkan tim pascapenyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1440 hijriah ini. Bahkan jumlahnya ditambah menjadi 136 petugas.

Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menuturkan tim ini akan fokus memeriksa kualitas daging hewan kurban yang sudah dipotong. Petugas juga memeriksa bagian dari badan hewan seperti organ dalam yang kerap ikut dibagikan kepada masyarakat.

“Kita juga turunkan tim pengawas dan pemeriksa post mortem. Ada sekitar 106 orang dan ditambah 30 orang dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad,” kata Gingin di sela-sela penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Cicendo, Bandung, Minggu (11/8).

Gin Gin menyatakan, tim pemeriksa kualitas daging hewan kurban ini akan bekerja hingga Rabu (14/8/2019).

“Mereka bekerja sampai H+3 dan sekarang sudah disebar. Sebelumnya juga kita sudah sosialisasikan ke beberapa wilayah tentang pemotongan yang sehat dan halal tentunya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dispangtan telah lebih dulu menerjunkan petugas pemeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban. Dalam penyisiran selama dua pekan mulai dari 29 Juli 2019 lalu, petugas berhasil memeriksa 26.133 ekor hewan kurban, terdiri dari 5.054 ekor sapi dan 21.079 ekor domba.

Dari jumlah tersebut Gin Gin menyebutkan 10 persen di antaranya ditemukan hewan kurban yang tidak layak. Sebagian besar ketidaklayakan hewan tersebut dikarenakan belum memenuhi standarisasi batasan usia.

“Sampai Sabtu (10/8/2019) kemarin, kita sudah memeriksa sekitar 26.133 ekor baik sapi ataupun domba. Kira-kira ditemukan 10 persenan lah yang tidak layak. Tapi tidak layaknya itu sebagian besar bukan karena penyakit tapi karena kurang umur. Kecenderungan si pedagang mungkin memaksakan menjual hewan yang belum cukup dewasa,” bebernya.

Gin Gin menyatakan jumlah hewan yang berhasil diperiksa oleh Dispangtan pada 2019 ini mengalami peningkatan dari 2018 lalu sebanyak 24.911 ekor. Peningkatan jumah hewan kurban ini harus diiringi dengan pemeriksaan yang lebih intensif.

“Pemeriksaan kemarin untuk memastikan hewan qurban itu sehat dan layak, dan yang sudah layak dan sehat itu kita kenakan kalung sehat. Kemudian yang tidak layak kita beri tanda, kemudian itu dipisahkan dari kandang,” jelasnya.

Demi memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban tersebut, Gin Gin mengimbau masyarakat agar lebih baik membeli hewan kurban yang telah diberi tanda dari Dispangtan Kota Bandung. Terkecuali, jika pembeli sudah sangat memahami kualitas hewan sehingga bisa mengidentifikasinya langsung.

“Kita menyebar ke 30 kecamatan walaupun mungkin tidak semua tersisir. Karena kecenderungan itu H-1 baru banyak yang turun itu baru loading. Tetapi gampangnya masyarakat beli yang sudah ada kalung,” katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iduladha

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top