Ekonomi Jabar Kuartal II/2019 Tumbuh Moderat

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat tumbuh moderat di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi yang menghantui pertumbuhan ekonomi nasional.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  16:59 WIB
Ekonomi Jabar Kuartal II/2019 Tumbuh Moderat
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG--Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat tumbuh moderat di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi yang menghantui pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal II/2019 mencapai 5,68% dibandingkan 5,61% pada kuartal II/2018. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan perlambatan setelah tumbuh 5,05% pada kuartal II/2019, turun jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,27%.

Dari sisi produksi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 13,48%, diikuti oleh Informasi dan Komunikasi sebesar 12,75%; dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,82%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Bachdi Ruswana menuturkan pertumbuhan didukung hampir semua lapangan usaha kecuali pengadaan listrik dan gas yang mengalami penurunan sebesar minus 9,67% dan jasa keuangan dan asuransi minus 2%.

"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II/2019 [yoy], perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,48%, diikuti industri pengolahan sebesar 1,44%; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,55%," ungkap Bachdi, Senin (05/08/2019).

Dari sisi pengeluaran, BPS Jawa Barat mencatat pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 8,04%

Sementara itu, ekonomi Jawa Barat pada kuartal II/2019 terhadap kuartal sebelumnya naik sebesar 3,86% (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,7%.

Adapun dari sisi pengeluaran, peningkatan terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 81,81%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,53%, serta ekspor barang dan jasa sebesar 2,95%.

Berdasarkan sumber laju pertumbuhan (Source of Growth) secara tahunan, Bachdi mengungkapkan sisi lapangan usaha yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah lapangan usaha industri perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 1,48%. Dari sisi pengeluaran, andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,10%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bps

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top