Upah Naik Terus, 130.000 Buruh 2 Daerah di Jabar Terancam PHK

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mohammad Ade Afriandi mengatakan sepanjang 2015 hingga 2018, relokasi dan penutupan perusahaan padat karya tertinggi terjadi di Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  18:23 WIB
Upah Naik Terus, 130.000 Buruh 2 Daerah di Jabar Terancam PHK
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mohammad Ade Afriandi - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG--Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mohammad Ade Afriandi mengatakan sepanjang 2015 hingga 2018, relokasi dan penutupan perusahaan padat karya tertinggi terjadi di Kabupaten Karawang dan Bekasi.

“Sehingga di dua kabupaten ini pada saat ini hampir tidak terdapat pabrik garmen dan produk tekstil yang sebenarnya merupakan penyerap tenaga kerja berketerampilan rendah,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (29/7/2019).

Ade mencatat ancaman penutupan pabrik dan relokasi pada saat ini terjadi terutama di Kabupaten Bogor, Subang, Purwakarta, Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Di Kabupaten Bogor, jumlah pabrik yang terancam sejumlah 54 pabrik meliputi 64 ribu pekerja, di Subang terdapat 31 pabrik garmen, 5 pabrik telah tutup awal tahun 2019, meliputi 70 ribu pekerja,” tuturnya.

Menurutnya jika tanpa kehatian-hatian pemerintah dalam mengambil kebijakan salah satunya terkait upah maka setidaknya 130 ribuan pekerja dapat kehilangan pekerjaannya dalam waktu dekat, hanya di 2 kabupaten saja.

“Inilah yang saya maksud dengan dilematika upah minimum di Jawa Barat. Di satu sisi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, di sisi lain telah mengancam eksistensi industri, terutama industri manufaktur padat karya,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
upah minimum

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top