Target PAD Kota Bandung Meningkat Jadi Rp7,2 Triliun

Target pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalami peningkatan sebesar 10,19% dari APBD murni.  Pada awalnya, pendapatan direncanakan sebesar Rp6,55 triliun menjadi Rp7,22 trilun pada APBD Perubahan 2019.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  10:21 WIB
Target PAD Kota Bandung Meningkat Jadi Rp7,2 Triliun
Wali Kota Bandung Oded M Danial - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Target pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalami peningkatan sebesar 10,19% dari APBD murni.  Pada awalnya, pendapatan direncanakan sebesar Rp6,55 triliun menjadi Rp7,22 trilun pada APBD Perubahan 2019.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menuturkan Pemkot Bandung menargetkan kenaikan pendapatan tersebut bersumber dari beberapa unsur. Di antaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami peningkatan sebesar 6,47% atau setara Rp197,52 miliar dari APBD murni Rp3,05 triliun menjadi Rp3,25 triliun.

Selain itu, target peningkatan juga didapat dari dana perimbangan sebesar Rp57,48 miliar atau setara 2,27% dari APBD murni. Awalnya, dana perimbangan ini sebesar Rp2,53 triliun. Kini, dana tersebut meningkat jadi Rp2,59 triliun.

“Target peningkatan lainnya adalah pendapatan lain-lain yang sah. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar Rp412 miliar menjadi Rp1,37 triliun dari semula Rp962,37 miliar,” kata Oded, Senin (22/7).

Sedangkan rencana belanja daerah dianggarkan sebesar Rp7,24 triliun. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 1,72% dibanding APBD murni yang berada di angka Rp7,12 triliun.

Pemkot Bandung juga telah menurunkan anggaran belanja tak langsung sebesar 5,19% dari APBD murni. Jumlah itu setara dengan Rp167,58 miliar. Sementara itu, belanja langsung dinaikkan sebesar 7,45% atau setara Rp290,21 miliar.

Anggaran pembelanjaan netto mengalami penurunan dari Rp568,65 miliar menjadi Rp23,43 miliar. Penurunan tersebut adalah dampak penyesuaian penerimaan pembiayaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sesuai hasil audit BPK-RI terhadap APBD 2018.

“Ini merupakan komitmen bersama untuk menetapkan rancangan APBD 2019,” ujar Oded.

Ia berterimakasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dan  seluruh SKPD yang mampu mengefisiensi anggaran di sektornya masing-masing.

“Perubahan ini merupakan penguatan terhadap kebijakan-kebijakan yang pada sebelumnya tidak dapat terdukung secara optimal,” katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top