Ridwan Kamil Ingin Ciamis Kembali Jadi Sentra Kelapa

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan banyak program pembangunan di Kabupaten Ciamis dalam lima tahun mendatang. Termasuk mengembalikan Ciamis sebagai sentra kelapa di Indonesia.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  14:22 WIB
Ridwan Kamil Ingin Ciamis Kembali Jadi Sentra Kelapa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. JIBI/BISNIS - Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan banyak program pembangunan di Kabupaten Ciamis dalam lima tahun mendatang. Termasuk mengembalikan Ciamis sebagai sentra kelapa di Indonesia.

Program yang menjadi prioritas adalah pembangunan desa, peningkatan infrastruktur, dan menambah lapangan pekerjaan.

"Saya sudah berdiskusi dengan Pak Bupati Ciamis ada beberapa program dalam lima tahun yang akan dikerjasamakan," kata Ridwan Kamil, Minggu (14/7/2019).

Program terdekat di bidang infrastruktur adalah menambah pemberhentian stasiun kereta api di sejumlah titik. Penambahan pemberhentian kereta api, menurutnya, akan meningkatkan perekonomian masyarakat Tatar Galuh.

RK, panggilan akrab Ridwan Kamil, segera melobi PT Kereta Api Indonesia untuk merealisasikannya. "Kenapa dulu ada stasiun kereta api di Ciamis, karena Ciamis pernah jadi penghasil kelapa terbesar di Indonesia namun sekarang sudah menurun. Mudah-mudahan ditambahnya stasiun kereta bisa membangkitkan lagi agar perekonomian meningkat," ujarnya.

Kemudian, Tol Cileunyi - Garut - Tasikmalaya (Cigatas) yang rencananya akan diperpanjang hingga Cilacap, Jawa Tengah, akan memiliki exit tol ke Ciamis. Diketahui RK telah menandatangani penentuan lokasi (Penlok) Cigatas dan lelang proyeknya akan dilakukan tahun ini.

"Semoga dua sampai tiga tahun selesai nanti akan ada exit tol ke Ciamis. Mari kita doakan, tugas pemimpin kan ikhtiar tugas warga mendoakan agar dilancarkan," ucap RK.

Di sektor perdesaan, RK berkomitmen membangun desa digital dengan memasang jaringan internet (wifi) gratis, program One Village One Company (OVOC), satu desa satu hafidz, desa wisata dan Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra).

"Hasilnya dari program desa ini 48 desa dengan status tertinggal kini sudah tidak ada. Sebanyak 530 desa berkembang juga menjadi maju. Silakan bagi desa yang punya potensi ajukan ke kami," kata RK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top