HUT BPJS Kesehatan, Direksi dan Pimpinan Turun Gunung Cek Pelayanan

Direksi dan pimpinan BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah di Kota Bandung untuk memastikan pelayanan BPJS berjalan dengan baik. Hasilnya, masyarakat masih mengeluhkan kurangnya informasi terkait pemanfaatan JKN-KIS.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  14:23 WIB
HUT BPJS Kesehatan, Direksi dan Pimpinan Turun Gunung Cek Pelayanan
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady (tengah) - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Direksi dan pimpinan BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah di Kota Bandung untuk memastikan pelayanan BPJS berjalan dengan baik. Hasilnya, masyarakat masih mengeluhkan kurangnya informasi terkait pemanfaatan JKN-KIS.

“Kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. Oleh karena itu, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya ke masyarakat tingkat kelurahan hingga ke RT. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ungkap Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady, Jumat (12/7).

Dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Tak sampai di situ, para petinggi BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat.

Maya pun menuturkan dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawalagar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah.Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” ucap Maya.

Dia pun mengingatkan kembali makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS.

“Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal,” katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top