Pemprov Komitmen Genjot Investasi Di Jawa Barat

Pemprov Jawa Barat berkomitmen menjaga proses serta membuat berbagai langkah strategis guna mengakselerasi investasi di Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  14:29 WIB
Pemprov Komitmen Genjot Investasi Di Jawa Barat
Sekda Jabar Iwa Karniwa (kiri) bertemu calon investor - Istimewa

Bisnis.com,BANDUNG—Pemprov Jawa Barat berkomitmen menjaga proses serta membuat berbagai langkah strategis guna mengakselerasi investasi di Jawa Barat.

Menurut Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, guna menjaga kepercayaan investor luar negeri, pihaknya akan merespons permasalahan dengan cepat. Salah satu langkahnya adalah menggandeng dinas-dinas terkait untuk merumuskan penyelesaiannya.

“Pemprov Jawa Barat, Pak Gubernur (Ridwan Kamil), Wakil Gubernur (Uu Ruzhanul Ulum), dan saya, berkomitmen menjaga investasi ini agar akselerasinya lebih cepat,” katanya di Bandung, Rabu (10/7/2019).

“Apabila ada kesulitan, kami akan terjun langsung sebagai Sekda bersama-sama dari dinas-dinas terkait. Apabila semua permasalahan terselesaikan, maka kepercayaan investor (luar negeri dan dalam negeri) pun semakin meningkat,” lanjutnya.

Sejauh ini Pemprov Jawa Barat mampu menarik minat investor luar negeri. Di London, misalnya, Cross Rail International, One Work, dan Basque Trade --investor dari Spanyol yang berkantor di London, sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Jawa Barat.

Pun demikian dengan beberapa perusahaan multinasional dan internasional asal Prancis, seperti POMA SAS, SNCF Mobilities, dan Agency Franqaise de Development, yang juga berminat untuk melakukan investasi di Tanah Pasundan.

Ketertarikan para investor tersebut bukan tanpa alasan. Pada kuartal pertama tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,5%. Persentase tersebut di atas rata-rata Pertumbuhan Ekonomi (PE) Nasional, yakni 5,18%.

Infrastruktur di Jawa Barat pun, dengan keberadaan 5 Bandar Udara dan 9 Pelabuhan, mendukung roda investasi untuk terus berputar. Tidak mengherankan apabila Jawa Barat menyumbang kontribusi ekspor tertinggi nasional dengan realisasi investasi 16,2% dan kontribusi sektor manufaktur 24,4%.

Skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang memungkinkan pihak swasta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Daerah dalam mengerjakan suatu proyek semakin memikat calon investor untuk berinvestasi di Jawa Barat.

Selain itu, proyek pembangunan di Jawa Barat, khususnya di bidang transportasi, berhasil menarik minat para investor luar negeri, seperti kerja sama pengembangan Segitiga Rebana, LRT/Monorail Bandung Raya, dan Aerocity BIJB Kertajati.

Dalam IIIF 2019, kata Iwa, pihaknya memaparkan potensi-potensi Segitiga Rebana yang merupakan pusat perkembangan baru di masa depan, dengan potensi ekonomi yang sangat tinggi.

“Potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam waktu tertentu bisa sampai 10 persen, ini yang luar bisa yang perlu dorongan terus dengan luas kawasan mencapai 54 ribu hektar. Ini potensial untuk dikembangkan beserta penyerapan tenaga kerja mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan,” katanya.

Iwa juga menjelaskan pembangunan transportasi yang terintegrasi di Bandung Raya meliputi Kota Bandung , Kota Cimahi, Kab. Bandung , Kab. Bandung Barat, Sumedang dan sebagian Garut. “Pola pembangunan ke depan adalah pola pembangunan yang berkesinambungan terstruktur dan sistemik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top