BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Bidik 35.000 Anggota Baru dari Pekerja Informal

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan keanggotaan baru sebanyak 35.000 pekerja informal di Kota Bandung hingga akhir tahun ini.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  17:44 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Bidik 35.000 Anggota Baru dari Pekerja Informal
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suhedi (kanan) - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan keanggotaan baru sebanyak 35.000 pekerja informal di Kota Bandung hingga akhir tahun ini.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suhedi mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan potensi pekerja informal untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Sebenarnya, potensi [keanggotaan] banyak, potensi terbesar informal, bisa 3 kali lipat dari formal, formal itu 1,2 juta termasuk TNI, Polri dan PNS,” kata Suhedi, usai acara Gerakan Pasar Sadar BPJS Ketenagakerjaan, di Pasar Baru, Kota Bandung, Kamis (4/7).

Suhedi menuturkan, yang saat ini menjadi pekerjaan terbesar bagi pihaknya adalah meningkatkan kesadaran seluruh pemilik usaha informal agar mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Kendalanya kepedulian, harusnya pemilik usaha punya kesadaran, karyawan punya risiko tinggi, saya yakin mereka gak ada jaminan sosial. Mereka rentan, tapi belum ada kesadaran dari pemilik,” jelasnya.

Ia menyontohkan, para penjaga ruko atau toko di Pasar Baru yang menurutnya harus terproteksi BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, saat pekerja mengalami kecelakaan, maka akan tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Murah kok, cuma Rp16.800 sebulan,” jelasnya.

Untuk itu, secara bertahap pihaknya akan terus menyosialisasikan program ini di pasar-pasar di Kota Bandung. Targetnya, hingga akhir tahun, setidaknya 35.000 pekerja informal bisa terproteksi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau kami bisa target 200%, bisa 70 ribu, sekarang baru dapet 25 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Arief Syaifudin berharap seluruh pekerja informal di Kota Bandung bisa terproteksi BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, setiap aktifitas pekerjaan memiliki potensi kecelakaan yang sama.

“Karena kita berharap semua pekerja informal bisa terproteksi, dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan yang sangat murah tapi bisa cover kalau terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mendorong para pengusaha yang memiliki karyawan untuk mendaftarkan para karyawannya untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan harapan, dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan bisa terproteksi risiko dari pekerjaan,” kata dia. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top