Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang Meikarta: James Riady Tidak Akui Bicarakan Proyek Meikarta di Rumah Neneng

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  16:58 WIB
Sidang Meikarta: James Riady Tidak Akui Bicarakan Proyek Meikarta di Rumah Neneng
James Riady hadir di persidangan lanjutan kasus suap Meikarta hari ini - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Petinggi Lippo Group, James Riady mengaku tidak membicarakan terkait proyek Meikarta di kediaman Neneng Hasanah Yasin dalam lanjutan sidang kasus suap perizinan Meikarta, di Pengadilam Negeri Bandung, Rabu (6/2).

James mengaku, pertemuan dirinya dengan Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hasanah Yasin, bersama terdakwa Billy Sindoro dan mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus banyak membicarakan terkait pendidikan lantaran memang James mengaku dirinya konsen di bidang pendidikan juga.

James Hadir dalam sidang lanjutan untuk terdakwa, Billy Sindoro, Fitradjadja, Henry Jasmen dan Taryudi.

Dalam persidangam, James ditanyai terkait kronologi pertemuan dan kepentingannya bertemu dengan mantan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut.

James Riady mengatakan, awalnya dirinya datang ke Meikarta untuk melihat progres pembangunan mega proyek tersebut. Ia menilai keinginan dirinya untuk melihat progres pembangunan Meikarta lantaran Meikarta merupakan proyek dengan konsep yang bagus. Terlebih banyak juga temannya yang memesan properti di Meikarta.

Setelah itu, James mengaku bertemu dengan Toto Bartolomeus di Meikarta, sempat berbicang di Sales Office.

"Lalu dia minta izin untuk jalan, saya nanya, mau kemana, dia bilang mau ke pergi ke kediaman Neneng," kata dia.

Setelah itu, James mengaku pada saat itu ia menanyakan ada keperluan apa Toto bertemu dengan Bupati Bekasi tersebut. Kata James, Toto mengatakan akan menengok Bupati lantaran Bupati baru saja melahirkan.

"Saya bilang apa bupatinya wanita?
Pertama kali saya tahu bupatinya adalah seorang ibu," lanjutnya.

Selanjutnya, James mempersilakan Toto untuk pergi, namun Toto pada saat itu meminta James untuk bersamanya menemui Neneng di kediaman Neneng.

"Lalu dia bilang gak jauh kok, ayo ikut sama-sama, saya terus mengelak, tapi dia bilang say hallo aja, karena seorang ibu baru melahirkan, saya akhirnya menerima ajakan beliau untuk pergi ke kediaman bupati," kata dia.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menanyakan kepada James apakah pertemuan tersebut sudah direncanakan.

"Tidak, kebetulan pada saat itu," kata James.

James pun mengelak, keperluannya bertemu dengan Neneng bersama Billy Sindoro dan Toto Bartolomeus adalaj untuk membicarakan Meikarta.

"Saya bertenya (kepada Toto) apakah ada urusan lain?, Dia bilang tidak ada, tentu kalau umpama dia bilang ada masalah bekum tentu saya cocok untuk pergi, tapi dia bilang enggak kok gak ada, hanya mengucapkan selamat," tutur dia.

Jaksa pun melanjutkan pertanyaannya, mengapa Billy pun tiba-tiba hadir dalam pertemuan kalau memang pertemuan tersebut tidak direncakan.

"Saya tidak tahu persis apa yang terjadi, tapi waktu kesana itu ada pak Billy," jawab James.

"Apakah Billy Sndoro sudah ada disana atau memang bagaimana?," tanya jaksa.

James pun mengatakan, ketiganya pergi bersama-sama ke kediaman Neneng.

"Ada cerita proyek Meikarta yang sedang berjalan?," tanya jaksa.

"Tidak, ya proyek Meikarta pada saat itu banyak yang membicarakan, jadi apakah kita ada bicara Meikarta tapi tidak membicarakan bertemu bupati," jawabnya.

Ia pun mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit.

"Apakah saudara pernah menunjukan denah terkait Meikarta kepada Neneng Hasanah Yasin?," tanya jaksa.

"Saya tidak ingat itu terjadi," jawab James.

"Apakah saudara pernah melihat toto membawa denah, atau Billy membawa denah terkait pembangunan Meikarta kepada Neneng Hasanah Yasin?," tanya jaksa lagi.

"Saya tidak ingat itu dan dalam ingatan saya tidak ada," timpal James.

Lalu ia ditanyakan apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

"Ingatan saya cukup mendalam, pada saat itu, dia didampingi anak laki-laki dan anak lakinya sangat hyperaktif dan sedikit mengganggu pembicaraan," kata dia.

Jadi sesudah itu saya melihat banyak pembicaraan kami itu adalah terkait pendidikan, dimana saya di dunia pendidkan.

"Saya banyak membicarakan pendidikan dan bagaimana mendidik anak di rumah maupun sekolah," tungkasnya.

Sebelumnya, di dalam dakwaan Jaksa, James Riady disebut menunjukan denah Meikarta saat pertemuan dengan Neneng bersama Billy Sindoro dan Toto Bartolomeus. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung raya
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top