Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Gagal Serap Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau, Tim Khusus Disiapkan

Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  09:45 WIB
Sekda Jabar Iwa Karniwa
Sekda Jabar Iwa Karniwa
Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat gagal menyerap dana bagi hasil cukai tembakau (DB HCT) 2018 lalu Rp176,8 miliar karena faktor gagal lelang di daerah.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan dari alokasi DB HCT yang diberikan Pusat pada 2018 lalu, penyerapannya terbilang sangat rendah. Padahal hanya dua dinas yang dialokasikan yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Perkebunan.

“Dari total alokasi Rp176,8 miliar, yang terserap hanya sekitar Rp30 miliar, ini sekitar 30%,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (29/1/2019).

Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pengendalian dampak dari tembakau tersebut salah satunya diarahkan untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah Pameungpeuk, Garut. Pemprov mengalokasikan Rp100 miliar lebih pada Dinas Kesehatan Jabar untuk proyek tersebut.  Sayangnya, proyek ini mengalami kegagalan lelang.

“Gagal lelang ini membuat realisasi [penyerapan] DB CHT di Jabar rendah. Penyerapan di Dinas Kesehatan itu DB CHT hanya 11%, ini karena gagal lelang pembangunan gedung rumah sakit di Pameungpeuk, padahal itu cukup besar di atas Rp100 miliar,” tuturnya.

Menurutnya kegagalan lelang ini akan dievaluasi mengingat anggaran yang dialokasikan DB CHT ke Dinas Kesehatan mencapai Rp150 miliar. Sementara untuk 27 kegiatan di Dinas Perkebunan Jabar dipastikan serapannya tinggi hingga 94%.

“Dari dana Rp12 miliar yang dialokasikan realisasinya mencapai Rp11 miliar, ini sudah cukup baik,” katanya.

Kegagalan menyerap DB CHT dinilai Iwa bukan perkara sederhana karena itu pihaknya berencana membentuk tim khusus yang akan mengkoordinasi 18 organisasi perangkat daerah (OPD) yang kemungkinan mendapat alokasi pada 2019 ini.

“Kami juga meminta disusun SOP yang harus selesai pekan ini, kami juga minta pendampingan ke kabupaten/kota,” paparnya.

Rendahnya serapan membuat DB CHT pada 2019 untuk Jabar merosot menjadi Rp114 miliar. Anggaran 2018 yang tidak terserap menurutnya masuk ke sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) dan akan dikonsultasikan untuk dipergunakan kembali.

“Yang Rp114 miliar kami akan arahkan pembinaan petani dan dampak dari tembakau yang kami fokuskan ke Jabar Selatan,” tuturnya.

Meski ada kegagalan di DB CHT, Iwa memastikan APBD Jabar 2018 terealisasi sesuai target yakni 94,42% dari total anggaran Rp35,7 triliun. Menurutnya penyerapan ini terbesar sepanjang sejarah Pemprov Jabar mengingat dari sisi angka absolut Rp35,7 triliun terserap hingga Rp33,76 triliun "Prediksi saya awalnya 93-95% sekarang realisasi 94,42%," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung raya
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top