Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia, Ini Dia Daftarnya

IntelCenter, lembaga survei di Washington, Amerika Serikat, merilis 10 negara berbahaya di dunia untuk Maret 2015.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 April 2015  |  11:22 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

WASHINGTON--IntelCenter, lembaga survei di Washington, Amerika Serikat, merilis 10 negara berbahaya di dunia untuk Maret 2015.

Irak dan Suriah menempati masing-masing peringkat 1 dan 2. Hal tersebut mengingat situasi politik saat ini yang terjadi di negara-negara tersebut.

Iraq dan Suriah akhir-akhir ini menjadi sorotan global, karena kelompok ekstrimis yang sering melakukan aksi teror yang meresahkan di kedua negara tersebut. Kedua negara terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sedang diperangi oleh hampir seluruh dunia. Masing-masing skor Indeks Ancaman Negara (CTI) untuk keduanya yakni Iraq 881 dan Suriah 717.

Dari 10 negara paling berbahaya, di tempat ketiga adalah Nigeria. Boko Haram yang melakukan teror mengerikan beberapa bulan terakhir telah menyumbang skor CTI sebesar 273 yang cukup untuk membuat negara ini menjadi yang paling berbahaya ketiga di dunia.

Selanjutnya dari posisi 4 sampai 10 berturut-turut ditempati Somalia (257), Afghanistan (186), Libya (157), Yemen (132), Pakistan (122), Ukraine (103) dan terakhir ada Mesir dengan skor CTI (74).

Dalam melakukan studi tersebut, IntelCenter yang bekerja untuk badan intelijen ini melakukan penempatan peringkat dengan menentukan CTInya. (CTI) didapat dengan memperhatikan volume aksi teroris dan pemberontak, lalu lintas pesan, video, foto, insiden dan jumlah orang yang tewas dan terluka dalam sebuah negara selama 30 hari. Semakin tinggi CTI semakin besar risikonya

Namun CTI rendah tidak selalu mencerminkan tidak adanya risiko seperti Amerika Serikat dalam menjelang 9/11 yang saat itu memiliki CTI rendah.

"CTI hanya didasarkan pada aktivitas terkait teroris dan pemberontak. Ini tidak mengevaluasi faktor risiko lain seperti kejahatan dan ketidakstabilan politik, " peneliti IntelCenter menjelaskan.

Global CTI berfungsi sebagai indikator keseluruhan teroris global dan aktivitas pemberontak dan dihitung dengan menjumlahkan CTI setiap negara . CTI tidak menjadi satu-satunya ukuran risiko di negara tetapi bisa dijadikan faktor dalam pertimbangan.

BACA JUGA

Rekaman Jeritan Suara Penumpang Germanwings Ditemukan

Di Desa Ini, Banyak Gadis yang Masih ABG Dinikahkan


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar nasional

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Yanto Rachmat Iskandar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top