Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kab. Sukabumi Darurat Bencana Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah menetapkan status darurat bencana tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, karena tingginya kejadian longsor sejak beberapa bulan yang lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 April 2015  |  09:32 WIB
Cadas Pangeran longsor, Sumedang
Cadas Pangeran longsor, Sumedang

SUKABUMI--Badan Penanggulangan Bencana Daerah menetapkan status darurat bencana tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, karena tingginya kejadian longsor sejak beberapa bulan yang lalu.

"Status darurat bencana tanah longsor ini memang sudah ditetapkan sejak Januari dan untuk antisipasinya kami sudah membangun posko penanggulangan bencana di sejumlah daerah rawan bencana ini," kata Sekretaris Daerah yang juga Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono di Sukabumi, Kamis.

Menurut dia, kejadian terbesar tanah longsor terjadi di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, yang mengakibatkan 12 orang tewas, 11 rumah rata dengan tanah, satu rusak sedang dan menutup jalan desa. Kejadian lainnya yang baru saja terjadi yakni di Kecamatan Cibadak.

Lebih lanjut, Kabupaten Sukabumi saat ini menempati posisi ke tiga secara nasional daerah rawan bencana tanah longsor. Maka dari itu, pihaknya sudah menugaskan seluruh jajaran mulai dari desa hingga kecamatan agar selalu memantau daerahnya masing-masing karena tanah longsor bisa saja terjadi.

"Selain longsor, Kabupaten Sukabumi juga merupakan daerah rawan bencana banjir, puting beliung dan gempa bumi, sehingga perlu kesiapsiagaan ekstra dalam penanggulangan bencana dengan tujuan meminimalisir dampak bencana," tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan ada 40 dari 47 kecamatan yang masuk daerah rawan bencana alam. Namun tidak menutup kemungkinan tujuh kecamatan tersebut juga dilanda bencana.

"Daerah rawan bencana khususnya longsor tersebar di 40 kecamatan, setiap daerah sudah disiagakan baik relawan maupun petugas selalu memantau untuk segera melaporkan jika terjadi bencana," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar

Sumber : Antara

Editor : Yanto Rachmat Iskandar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top