Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sirkuit F1: Jika Bali tak Siap, Lombok Jadi Alternatif

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menggaet investor untuk membangun sirkuit balap mobil Formula 1 apabila Bali tidak jadi membuka arena ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Mei 2014  |  07:34 WIB
(ilustrasi)
(ilustrasi)

Bisnis.com, MATARAM --Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menggaet investor untuk membangun sirkuit balap mobil Formula 1 apabila Bali tidak jadi membuka arena ini.

Lalu Bayu Windia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB, menuturkan pembangunan sirkuit bertaraf internasional seperti di Sepang Malaysia itu sudah tertuang dalam perencanaan wilayah.

"Pembangunan sirkuit F1 itu ada dalam rencana di Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, tapi kalau di Bali jadi dibangun, kami akan mengganti dengan masterplan yang lain," katanya, Rabu (30/4/2014).

Sirkuit balapan mobil Formula 1 direncanakan dibangun di Bali dalam waktu dekat. Proses perizinan kini tengah dilakukan oleh investor di Provinsi Bali.

Awalnya, pembangunan sirkuit F1 itu akan dibangun di Tanjung Benoa, Bali. Perusahaan konsorsium multinasional yang akan menggarap proyek prestisius ini.

Di atas lahan seluas 100 hektare, di Kabupaten Badung itu, awalnya akan dibangun beserta resor dan marina. Proyek itu merupakan bagian dari proyek reklamasi pantai teluk Benoa.

Pemprov NTB memang membuat perencanaan sesuai dengan masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor V sebagai kawasan wisata yang menjadi proyek ambisius pemerintah bersama dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam perencanaan, Pemprov NTB menetapkan 15 kawasan pengembangan pariwisata yang terdiri dari 9 kawasan di Pulau Lombok dan 6 kawasan di Pulau Sumbawa.

Di Pulau Lombok, antara lain Kawasan Sire, Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, Senggigi dan sekitarnya, yang dikenal dengan objek wisata bahari (laut), pemandangan pegunungan dan wisata alam (ekowisata). Kawasan ini memiliki akomodasi hotel, penginapan, dan restoran cukup lengkap serta memadai.

Selanjutnya, Kawasan Suranadi, merupakan kawasan dengan udara sejuk dengan nuansa religius dan budaya yang kental (wisata religi), kawasan Gili Gede yang merupakan kawasan wisata bahari, pembenihan mutiara dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya (wisata alam laut), dan merupakan perkampungan suku Sasak (penduduk asli Lombok) serta penangkapan ikan secara tradisional.

Kawasan Kute, Seger dan Aan, merupakan kawasan wisata pantai dengan hamparan pasir putih yang mempesona. Kawasan Selong Belanak, merupakan kawasan wisata pantai yang dikenal dengan panorama pantainya dan menghadap ke Samudra Hindia.

Kawasan Gunung Rinjani, merupakan kawasan untuk kegiatan wisata alam (ekowisata) dengan kegiatan trekking (jalan kaki) menuju kawasan Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anakan dan air panas serta desa tradisional (wisata budaya).

Kawasan Gili Indah, merupakan wisata bahari dengan pemandangan bawah laut (ekowisata laut), dan Kawasan Gili Sulat merupakan wisata bahari dengan pemandangan bawah laut, serta Kawasan Dusun Sade/desa tradisional Rembitan, merupakan kawasan wisata berupa cagar budaya suku Sasak (suku asli Lombok) yang memiliki budaya arsitektur rumah asli sasak.

Sedangkan kawasan pariwisata Pulau Sumbawa meliputi, Kawasan Pulau Moyo, merupakan kawasan wisata bahari dan ditetapkan sebagai taman buru nasional dengan luas sekitar 12.250 ha. Jenis binatang yang terdapat di Pulau Moyo meliputi sapi liar, kerbau liar, babi hutan, dan burung gosong.

Kawasan pariwisata Pantai Maluk merupakan kawasan pantai pasir putih dan pantainya yang menghadap ke Samudra Indonesia dapat dipergunakan untuk selancar angin (surfing).

Kawasan wisata Pantai Hulu merupakan kawasan wisata bahari dan untuk kegiatan selancar baik taraf nasional maupun internasional. Kawasan Sape merupakan kawasan pelabuhan (dermaga) penumpang yang menghubungkan NTB dan NTT.

Kawasan Teluk Bima merupakan kawasan yang dikembangkan untuk olahraga laut dan kegiatan wisata bahari lainnya, dan Kawasan Gunung Tambora merupakan kawasan kegiatan ekowisata dan merupakan pusat produksi madu alam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata bandung
Editor : Newswire

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top