Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Agar Sediakan Tempat Penitipan Anak

BANDUNG (bisnis-jabar.com)--Sampai hari ini, perempuan menempati setengah dari keseluruhan komposisi masyarakat. Dari setengah komposisi itu, sekitar 81 jutanya adalah perempuan pekerja. Alasan utama perempuan bekerja adalah memperoleh materi, sedangkan alasan lain adalah aktualisasi diri. Oleh karena itu, perusahaan atau pabrik harus mampu mengakomodasi kebutuhan perempuan pekerja, salah satunya dengan menyediakan tempat penitipan anak (TPA) di lingkungan perusahaan.n
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 Februari 2013  |  09:36 WIB

BANDUNG (bisnis-jabar.com)--Sampai hari ini, perempuan menempati setengah dari keseluruhan komposisi masyarakat. Dari setengah komposisi itu, sekitar 81 jutanya adalah perempuan pekerja. Alasan utama perempuan bekerja adalah memperoleh materi, sedangkan alasan lain adalah aktualisasi diri. Oleh karena itu, perusahaan atau pabrik harus mampu mengakomodasi kebutuhan perempuan pekerja, salah satunya dengan menyediakan tempat penitipan anak (TPA) di lingkungan perusahaan. “Beban perempuan pekerja jadi dua kali lipat dibanding pria pekerja, karena dia punya tanggung jawab untuk bekerja dan mengurus anak. Jadi saat perempuan keluar rumah, pikirannya lebih panjang daripada pria. ‘Selama saya pergi, siapa yang mengurus anak’, pikiran-pikiran semacam itu akan timbul,” papar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Netty Heryawan, saat kunjungan ke PT Chang Shin Indonesia (2/2). Menurut Netty, perempuan pekerja harus menanamkan pemahaman kepada keluarganya, sehingga masing-masing anggota keluarga saling mendukung. Namun, tambah Netty, tidak semua perempuan keluarga memiliki supporting system yang mendukungnya bekerja. Maka saat terjadi krisis rumah tangga, perempuan pekerja akan menemui dilema, apakah terus mencari penghidupan, atau mengurus anak di rumah. “Karena itu, saya menyarankan ada tempat penitipan anak. Jika di rumah ada krisis, atau tidak ada penjaga anak, adanya anak di TPA sekitar perusahaan bisa menjadi solusi dan mengurangi beban pikiran ibu,” himbau Netty. Tentunya, menurut Netty, akomodasi perusahaan untuk hal yang satu ini bisa berdampak positif kepada kedua belah pihak, perusahaan dan karyawan. Perusahaan akan mendapat keuntungan tinggi dari peningkatan produktivitas kerja dan loyalitas karyawan. Selain itu, negara pun akan merasakan hasil positif, berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Apalagi di PT Chang Shin, yang 88 persen karyawannya adalah perempuan. PT Chang Shin dimudahkan dengan 8000 karyawan perempuannya. Hari ini, perempuan menjadi kontributor terbesar, karena tanpa kehadiran perempuan, PT Chang Shin tidak bisa mencapai achievement yang telah diperolehnya,” tegas Netty di hadapan manajemen dan karyawan perusahaan pembuat sepatu Nike ini. Netty menambahkan, selain menyediakan TPA, hendaknya perusahaan juga menyediakan ruang laktasi. Ketersediaan fasilitas pendukung ini bukan hanya untuk menyamankan perempuan, tetapi karena perempuan pekerja memiliki tantangan besar di luar rumah dan perusahaan. “Era globalisasi membuat negara menjadi satu kawasan kecil. Banyak ancaman yang mengintai anak yang ditinggal bekerja, baik dari teknologi, maupun orang sekitar. Oleh karena itu, karyawati di sini menghadapi tantangan bagaimana caranya dia tetap bisa penjaga keluarganya,” terang Netty. Rupanya, himbauan istri Gubernur Jawa Barat ini direspon positif. Manajemen perusahaan telah menyediakan akomodasi untuk karyawatinya, antara lain berupa ruang laktasi, ruang observasi wanita, ruang bidan, lebih dari 250 toilet perempuan, pemeriksaan ibu hamil, serta ruang TPA yang sedang dalam persiapan pembangunan. “Visi-misi PKK senafas, senyawa dengan visi-misi PT Chang Sin. Karena 80 persen karyawan PT Chang Shin adalah wanita, maka manajemen tidak bisa mengabaikan masa subur wanita atau tidak bisa mengabaikan gizi yang mereka makan,” papar Kombes Pol (Purn) HP Dja’far, Senior Manager Legal PT Chang Shin Indonesia.(K57/yri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar
Editor : Yanto Rachmat Iskandar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top