Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 24 Mei 2019
header atas

Arus Mudik Di Cipali Diprediksi Meningkat 12%, Pengelola Lakukan Antisipasi Ini

Dea Andriyawan Kamis, 16/05/2019 03:05 WIB
Arus Mudik di Cipali Diprediksi Meningkat 12%, Pengelola Lakukan Antisipasi Ini
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, BANDUNG- Jumlah kendaraan yang melintas di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) saat musim mudik lebaran 2019 ini diprediksi akan meningkat 12% dibandingkan dengan volume kendaraan saat arus mudik lebaran tahun lalu. 
 
“Diperkirakan jumlah kendaraan yang melintas meningkat 12% dari tahun 2018 yan lalu, kami melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi peningkatan tersebut,” kata GM Operasional PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Suyitno, di Kantor LMS, Kabupten Subang, Rabu (15/5).
 
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Gerbang Tol, pihaknya menambah 14 gardu di Gerbang Tol Palimanan Utama sehingga total yang dioperasikan 26 gardu. 
 
Selain itu, pihakny juga menyiagakan 78 petugas tambahan untuk membantu pelayanan transaksi oleh pengguna dan 18 orang untuk mengatur arus lalu lintas.
 
Ia menuturkan berdasarkan data tahun lalu, kendaraan yang melintas dari H-10 hingga H+10 lebaran mencapai 1.544.896 kendataan.
 
“Puncak arus kendaraan terjadi pada H+3 mencapai 94.597 unit,” jelas dia.
 
Sementara untuk tahun 2019, diprediksi kendaraan yang akan melitas selama angkutan Lebaran mencapai 1.733.895. Hampir sama dengan tahun lalu, puncak arus kendaraan yang melintas diprediksi terjadi pada H+3 atau 109.560 unit.
 
"Melihat data tahun lalu, diprediksi meningkat 12 persen dibanding tahun lalu," kata Suyitno.
 
Selain menyiagakan petugas tambahan, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk menjamin kelancaran selama arus mudik. Di antaranya menyiapkan parking bay (parkir sementara) di KM 153A/155B untuk kendaraan yang ingin istirahat sejenak.
 
Saat ini total ada delapan rest area di Tol Cipali yang berada di KM 86A, 86B, 130A, 130B untuk tipe B dan KM 102A, 101B, 166A, 164B tipe A. Berbagai perbaikan dan perawatan sudah dilakukan di rest area.
 
"Kita akan menambah beberapa kios makanan, restoran, penambahan tempat parkir kendaraan, standby Gen-Set, penyediaan BBM dalam kemasan. Kami mengimbau untuk pengendara maksimal satu jam di rest area, agar tidak terjadi penumpukan," tutur Suyitno.
 
Ia pun menjelaskan, dalam rangka mengatasi kepadatan yang mungkin akan terjadi, ada kemungkinan akan diberlakukannya rekayasa lalu lintas oleh kepolisian berupa contra flow di sekitar area atau one way. 
 
“Nantinya kemungkinan itu akan diberlakukan saat mudik untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.
 
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang hendak menggunakan jalan tol dalam mudiknya, untuk mempersiapkan kesiapn kendaraan dengan mengisi bahan bakar full sebelum memasuki tol. Juga, mengisi e-toll nya sebelum masuk tol.
 
“Kemungkinan akan terjadi penumpukan di rest area, jadi hal tersebut harus dipersiapkan sebelum masuk tol,” jelasnya.